Jadi Langganan Banjir, Pemkot Malang Panggil Pemilik Bangunan di Atas Saluran Air

Dec 10, 2019 16:00
Kepala Dinas PUPR Kota Malang, Hadi Santoso (Pipit Anggraeni/ MalangTIMES).
Kepala Dinas PUPR Kota Malang, Hadi Santoso (Pipit Anggraeni/ MalangTIMES).

MALANGTIMES - Soekarno-Hatta menjadi salah satu kawasan yang tak pernah absen banjir saat hujan turun di Kota Malang. Salah satu penyebabnya adalah masih banyaknya bangunan yang didirikan di atas saluran air.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang Ir. Hadi Santoso menyampaikan, pekan ini para pemilik bangunan yang melanggar aturan sudah dipanggil. Surat undangan diberikan untuk meminta klarifikasi kepada para pemilik bangunan. Selain memanggil pemilik bangunan, Dinas PUPR juga berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Malang.

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

"Bangunan itu melanggar, dan sudah pasti tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB)," kata pria yang akrab disapa Sony itu pada wartawan.

Sony menjelaskan, di kawasan Soekarno Hatta dan sekitarnya banyak ditemukan bangunan yang melanggar aturan. Jumlah bangunan pun sudah diinventarisir. Namun dia tak menjelaskan secara detail jumlah bangunan yang melanggar aturan tersebut.

"Saya jumlahnya lupa, yang jelas di sana banyak yang melanggar aturan dan sudah kami panggil," tegas dia.

Lebih jauh Sony menyampaikan, pasca melakukan pemanggilan, maka upaya lanjutan dapat dilakukan. Namun untuk eksekusi masih belum dapat dilakukan saat ini. Pasalnya, perangkat daerah (PD) yang berwenang untuk menindak masih belum ditetapkan.

"Sekarang masih belum ada Perangkat Daerah (PD) yang bisa mengeksekusi, karena ada perubahan nomenklatur. Nanti setelah ada perubahan nomenklatur akan jelas PD mana yang akan bertindak," tambahnya.

Selain memanggil pemilik bangunan yang melanggar aturan, menurutya Satgas PUPR rutin membersihkan dan membenahi saluran bermasalah. Untuk kawasan Soekarno Hatta sendiri ditemukan saluran yang bermasalah. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan UPT Jalan Provinsi Jawa Timur untuk membenahi saluran air bermasalah tersebut.

Baca Juga : Hama Tikus Bikin Buntung, Dinas Pertanian : Alat Bantuan Masih Terkendala Lelang

"Kami koordinasi dengan Pemprov Jatim karena jalan itu kewenangan Pemprov Jatim," imbuh dia.

Dia menyampaikan, banyak ditemukan sampah bekas bongkahan bangunan juga sampah rumah tangga di saluran air. Sehingga dia mengimbau agar masyarakat tak lagi membuang sampah sembarangan di saluran air. Karena sampah yang menumpuk akan menyebabkan penyumbatan. Ketika air tak mengalir lancar, maka air akan meluber ke jalan.

"Bahkan sampah kasur itu loh di saluran air. Masyarakat kami minta untuk tidak lagi buang sampah sembarangan," pungkasnya.

Topik
MalangBerita MalangKepala Dinas PUPR Kota MalangHadi SantosoPemerintah Kota MalangJl Soekarno HattaMusim HUjnabanjir di kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru