Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pengerjaan Pasar Sukun yang semestinya ditarget rampung 25 Desember diprediksi molor. Hal itu dikarenakan progress pengerjaan pasar masih belum tuntas 100 persen hingga saat ini.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto menyampaikan, proses pembangunan sempat terhambat beberapa hal. Sehingga, proses penyelesaian terpaksa mengalami pemunduran jadwal. Meski begitu, ia optimis pengerjaan pasar akan segera diselesaikan.

"Yang sedikit mengkhawatirkan memang Pasar Sukun. Saat saya lihat progressnya, kami khawatir nggak selesai tepat waktu," katanya pada wartawan belum lama ini.

Jika memang mengalami keterlambatan dan tak sesuai dengan target penyelesaian, menurutnya pemborong akan dipastikan mendapat sanksi. Hal itu juga sudah tertera dalam perjanjian kerja sama yang telah disepakati kedua belah pihak. Namun, Wahyu tak menyebut secara spesifik berapa besaran sanksi yang akan dibebankan kepada pemborong.

"Hitungan sanksinya itu per hari dan per mil, tapi saya lupa itu besaran pastinya berapa," terang dia.

Revitalisasi Pasar Sukun sendiri menggunakan APBD 2019 sebesar Rp 4,9 miliar. Di sana ada sekitar 318 lapak yang setiap harinya digunakan pedagang. Revitalisasi dilakukan lantaran kondisi pasar yang sudah memprihatinkan. 

Selain itu, revitalisasi juga dilakukan untuk membuat pasar menjadi lebih bersih dan memenuhi standar yang ditetapkan. Harapannya, setelah direvitalisasi maka pasar rakyat banyak dikunjungi masyarakat.

Sementara untuk revitalisasi pasar lain, salah satunya Pasar Sawojajar, Wahyu menyampaikan jika pengerjaan sudah hampir selesai. Dia optimis pasar dapat ditempati kembali sesuai dengan target yang ditetapkan.

"Pasar Sawojajar sudah hampir selesai, kami optimis tidak molor. Selain itu, Pasar Comboran juga sudah selesai dan bulan ini pedagang akan kembali berdagang di area pasar lagi," pungkasnya.