Risa Santoso saat memegang penghargaan dari MURI sebagai rektor termuda (Hendra Saputra)
Risa Santoso saat memegang penghargaan dari MURI sebagai rektor termuda (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) resmi mengakui rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) ASIA, Risa Santoso sebagai rektor termuda yang memimpin kampus di Jalan Soekarno Hatta - Rembuksari Kota Malang.

Sejak resmi dikukuhkan sebagai rektor ITB ASIA pada Oktober tahun ini, Risa Santoso menuai banyak pujian karena masih berusia muda yakni 27 tahun namun sudah bisa memimpin sebuah perguruan tinggi.

Jabatan rektor termuda untuk Risa Santoso nampaknya sampai ke telinga MURI sebagai pihak pemegang rekor apapun di Indonesia. Dan ia resmi memecahkan rekor Arya Wedakarna dari Universitas Mahendradatta, Bali yang pernah mendapatkan penghargaan serupa pada tahun 2004 silam. Saat itu Arya masih berusia 28 tahun.

Wakil Direktur MURI, Osmar Semesta Soesilo memberikan secara simbolis penghargaan tersebut kepada Risa di Ruang Auditorium ITB Asia Senin (9/12/2019) hari ini. "Bu Risa ini berhasil memecahkan rekor sebagai yang lebih termuda lagi. Di Rekor MURI itu ada 4 kriteria untuk mendapat penghargaan. Bu Risa ini masuk pada kategori hal yang bisa diukur," kata Osmar.

Dengan rekor yang sudah diperoleh Risa Santoso ini, Osmar berharap agar pendidikan di Indonesia bisa lebih segar karena saat ini sudah masuk dalam era digital atau era 4.0. "Di zaman ini rektor termuda beda lah sama dulu, lebih beradaptasi dengan dunia digital. Semoga nanti ada gebrakan di dunia pendidikan," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Risa Santoso mengatakan bahwa penghargaan ini tidak menyangka karena setelah ia viral dalam pemberitaan ataupun di media sosial, pihak MURI langsung menghubunginya. "Waktu itu tidak ada bayangan sih. Menurutku itu keren banget, masa sih aku bisa jadi penerima penghargaan ini, eh ternyata dapat," ungkap wanita cantik itu.

Dan karena penghargaan yang diterimanya tersebut, Risa semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas kampus yang dipimpinnya, karena ia tidak ingin dicap sebagai rektor termuda yang hanya viral tapi tidak bisa membawa hal baik bagi ITB ASIA. 
 


Lebih dari itu, Risa sangat optimis bisa menerapkan sistem pendidikan yang proaktif bagi dosen ataupun mahasiswa agar bisa mencetak lulusan yang lebih kreatif. "Anak-anak muda lulusan sini (ITB Asia) harus bisa menginspirasi nantinya. Biar tidak cuma keep pushing untuk dirinya sendiri, tapi juga bisa untuk orang lain," pungkasnya.