Kepala DPUPR Kota Malang, Hadi Santoso (DPUPR for MalangTIMES)
Kepala DPUPR Kota Malang, Hadi Santoso (DPUPR for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang, melalui Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Air Limbah (UPTPAL) mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang limbah lumpur tinja maupun jenis limbah lainnya di sungai. Masyarakat diminta untuk membenahi saluran air pembuangan lumpur tinja dengan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Sebab bila limbah lumpur tinja langsung ke sungai, maka air sungai akan mengandung bakteri, dan akan menyebar lebih luas lagi ke tempat-tempat lainya. Selain juga berdampak pada manusia, tentunya limbah tersebut juga akan berdampak pada kondisi lingkungan sekitar, baik itu hewan maupun tumbuhan yang ada di sekitar sungai.

“Selama ini sebagian warga membuang air besar langsung ke sungai dan ada pula menggunakan WC atau jamban dan disalurkan ke sungai, atau juga tempat penampungannya tidak benar, tinja merembes ke sungai, dan mencemarinya. Program pengembangan septic tank komunal dapat menekan pencemaran lingkungan,” ungkap Ir. Hadi Santoso, Kepala DPUPR Kota Malang.

Lanjutnya, jika sudah menerapkan IPAL komunal, dan kemudian nantinya IPAL penuh, maka lumpur tinja bisa dilakukan penyedotan dan selanjutnya dibawa ke Instalasi Pembuangan Lumpur Tinja (IPLT) Supit Urang untuk diolah menjadi kompos lumpurnya, dan air yang sudah diproses menjadi jernih dialirkan ke sungai.

Tiap harinya, sekitar 8 sampai 10 truk penyedot tinja yang datang ke IPLT Supit Urang untuk membuang lumpur tinja. Dari jumlah tersebut, dirasa sangatlah tidak seimbang dengan jumlah penduduk yang jumlahnya begitu banyak berdomisili di Kota Malang.

“Kemungkinan ada juga pihak jasa penyedot tinja yang tidak membuang ke IPLT, tapi dibuang ke sungai biar tidak jauh-jauh, nah inilah jangan sampai terjadi, karena itu lagi-lagi merugikan banyak masyarakat,” terang Soni, panggilan akrab Ir. Hadi Santoso ini.

Sementara itu, mengenai IPAL Komunal, adalah sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah secara komunal atau terkordinir dan terpusat di satu lokasi atau titik pengumpul. IPAL komunal secara kategori termasuk pengolahan limbah domestik, namun IPAL Komunal memproses secara seluruh dari limbah-limbah  yang disatukan di satu lokasi, yaitu air limbah rumah tangga dan limbah air kotor (lumpur tinja).