Antrean warga saat mengurus KIA di Alun-Alun Kota Malang. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Antrean warga saat mengurus KIA di Alun-Alun Kota Malang. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Weekend dimanfaatkan  warga Kota Malang mengurus kartu identitas anak (KIA). Tak harus ke Block Office, layanan yang tak pernah sepi peminat itu digelar di kawasan Alun-Alun Kota Malang pada Sabtu (7/12/2019). Ratusan warga yang datang memanfaatkan layanan itu pun rela mengantre panjang.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Revitalisasi Pasar Bunulrejo Dibatalkan

Salah satu warga Kecamatan Klojen, Wanda, menyampaikan, dirinya sengaja memanfaatkan layanan tersebut. Pasalnya, ia tak harus mengurus KIA di Block Office Jl Mayjen Sungkono yang lokasinya lunayan jauh dari pusat kota. Selain itu, dalam kesempatan tersebut, persyaratan yang dibawa hanya KK (kartu keluarga) dan KTP orang tua.

"Nggak apa-apa kalau ngantre panjang, mumpung lagi libur juga. Kalau hari aktif kan nggak bisa. Udah gitu, kantornya jauh," katanya kepada wartawan.

Hal senada juga disampaikan warga Kecamatan Klojen lainnya, Aminah. Perempuan berhijab itu menyampaikan dirinya mengetahui layanan mengurus KIA dari tetangganya. Meski harus mengantre panjang,  hal itu bukan masalah. "Daripada harus ke Block Office, jauh," ucapnya.

Sementara itu, Kabid Bidang Informasi Dispendukcapil Kota Malang Darmanto menyampaikan, upaya jemput bola serupa memang sering dilakukan. Dalam berbagai agenda yang digelar Pemkot Malang, Dispendukcapil tak pernah absen memberikan layanan pengurusan KIA.

Dalam kesempatan kali ini, Dispendukcapil Kota Malang menyiapkan dua ribu blanko KIA. Sama seperti sebelumnya, orang tua yang akan mengurus KIA cukup membawa fotokopi KK dan KTP kedua orang tua. "Cukup bawa fotokopi KK dan KTP," kata dia.

Baca Juga : Jamin Nasib Tenaga Kerja, Disnaker-PMTSP Kota Malang Ajukan Skema Jaring Sosial

Sampai saat ini, Dispendukcapil Kota Malang mencatat ada 160 ribu anak yang telah mengurus KIA dari total 288 ribu anak di Kota Malang dari umur 0-17 tahun. Pengurusan KIA memang selalu digalakkan Dispendukcapil sejak pertama ditetapkan aturannya oleh pemerintah pusat.

"Bentuk dan fungsi KIA sama dengan KTP milik orang dewasa. Yaitu sebagai identitas diri," pungkas Darmanto.