Perwakilan Dosen STIE Indocakti menyerahkan Bantuan secara simbolis kepada warga Ngijo, Karangploso
Perwakilan Dosen STIE Indocakti menyerahkan Bantuan secara simbolis kepada warga Ngijo, Karangploso

MALANGTIMES - Dalam memperingati Hari Pahlawan, tanggal 10 November, dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indocakti Malang melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang.

Pengabdian masyarakat itu digelar oleh Hendy Hermawan, SE, MM dari Program Studi S-1 Akuntansi STIE Indocakti bekerja sama dengan Nur Laily Hawa E, SE, MM dari Program Studi S-1 Manajemen STIE Indocakti. Keduanya juga melibatkan dua mahasiswa, yang terdiri dari satu mahasiswa dari Fakultas Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang, Yulfarida Indriana dan satu mahasiswa dari Program Studi S-1 Manajemen, Kiki Rahmadani Putri. 

Tim tersebut melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pada salah satu usaha mikro sari kedelai yang berlokasi di daerah Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang.


 “Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai upaya mengatasi beberapa masalah yang dihadapi oleh mitra, antara lain kurangnya mesin produksi berupa mesin penghasil sari kedelai yang dapat langsung memenuhi standar mutu bahan baku sari kedelai, mengatasi peralatan untuk memisahkan antara sari dengan ampas kedelai sehingga dalam pengemasannya tidak tercampur dengan ampasnya, mengatasi peralatan untuk menyimpan kedelai setengah matang yang harus dimasukkan dalam lemari pendingin agar dapat menjaga kualitas kedelai, dan membuat diferensiasi dengan menghasilkan jenis sari kedelai yang dikemas dalam bentuk gelas cup,” kata Hendy, Minggu (10/11/2019). Hendy juga menambahkan “Upaya yang dilakukan dengan memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi selain dengan cara mendesain dan merancang mesin juga memberikan pelatihan serta pendampingan manajemen usaha”.


Kegiatan PKM ini didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Ristekdikti.

Kegiatan PKM ini diawali dengan survei awal yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa terhadap mitra yang dilakukan semenjak bulan Juni 2019

Dosen Jurusan Akuntansi itu menambahkan, dari hasil wawancara dan observasi yang kami lakukan pada Sari Kedelai Arsya, Tingkat produktifitas dan efisiensi dari mitra masih rendah, hal ini dikarenakan peralatan yang digunakan masih sederhana, selain itu terbatasnya media penyimpanan bahan setengah jadi yang kurang memadai berakibat pada terbatasnya jumlah produksi, sehingga jangkauan pasar sari kedelai Arsya menjadi sangat terbatas. Seperti yang dialami UMKM pada umumnya, selain keterbatasan dalam hal ketersediaan mesin, sari kedelai Arsya juga butuh pelatihan mengenai manajemen usahanya, khususnya manajemen pemasaran dan manajemen keuangan.

Dengan adanya permasalahan tersebut, tim dosen STIE INDOCAKTI telah menemukan solusi yakni dengan mengganti peralatan pembuatan sari kedelai yang dulunya manual menjadi semi otomatis. Adapun metodenya adalah membuatkan satu jalur proses produksi sari kedelai, hingga dapat lebih efisien.

“dengan adanya mesin atau alat semi otomatis ini diharapkan tingkat produktifitas dan tentunya tingkat efisiensi menjadi lebih tinggi” ujar Hendy selaku ketua Tim Pengabdian.

Selain itu, Tim Pengabdian ini juga melakukan pendampingan dan pelatihan tentang manajemen keuangan dan manajemen pemasaran yakni dengan mendesain banner dan promosi melalui media sosial seperti instragram dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan.

Kegiatan-kegiatan ini dilakukan mulai bulan Mei 2019 setelah pengumuman proposal disetujui oleh DRPM sampai dengan sekarang.

Hasil dari pengabdian ini, dapat membuat produktifitas Mitra semakin meningkat dari 150 botol dalam sehari dengan metode manual, meningkat menjadi 250 dengan menggunakan mesin semi otomatis. Waktu yang digunakan untuk proses produksi menjadi semakin efisien karena mesin semi otomatis tersebut telah disetting pada satu tempat dan dalam satu jalur.

“saat ini masih dilakukan pemantauan oleh tim pengabdi untuk melihat seberapa jauhkeefektifan dan keefisienan mesin semi otomatis yang digunakan untuk membuat sari kedelai pada mitra kegiatan,” pungkasnya.