Para peserta yang tengah mengikuti olimpiade science di Unikama (Unikama for MalangTIMES)
Para peserta yang tengah mengikuti olimpiade science di Unikama (Unikama for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika (HMPS PF) Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) terus membuat kegiatan-kegiatan untuk menarik minat para siswa semakin dalam belajar mengenai science. Apalagi, selama ini pelajaran science dianggap pelajaran yang paling tidak asik dan banyak tidak disukai siswa.

Baca Juga : Tak Mau Seperti Menara Gading, UIN Malang Aktif Membantu Masyarakat Terdampak Covid-19

HMPS PF mencoba membuatnya menjadi pelajaran menarik dan semakin digemari melalui Unikama Scientech Celebration (Uniscon).

Uniscon sendiri merupakan olimpiade khusus berbasis game, yang para pesertanya adalah siswa-siswi dalam jenjang SMP, Mts, SMA dan SMK sederajat se-Kota Malang.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Dr. I Ketut Suastika, M.Pd mengapresiasi upaya HMPS PF dalam menjadikan pelajaran science menjadi pelajaran yang menarik untuk dipelajari oleh para siswa.  Selain hal itu mampu menarik minat para siswa untuk mempelajari science, juga memperkenalkan bagaimana pembelajaran yang ada di Unikama.

“Belajar di Unikama sangat menyenangkan, karena belajar itu tidak harus selalu di dalam kelas. Belajar juga bisa dengan cara bermain game,” ujarnya.


Sementara itu, Margareta Samung, selaku Ketua Pelaksana dalam kegiatan Uniscon menjelaskan, jika pihaknya melaksanakan kegiatan olimpiade ini dengan kemasan yang berbeda.

"Kami kemas dalam bentuk permainan. Jadi pesrrta akan di arahkan duduk di matras, soal-soal akan ditampilkan di slide dan kemudianbakan dikerjakan pada papan LJK , lalu akan diberikan batas waktu yang dikerjakan. Setelah batas waktu habis, maka peserta akan mengangkat papan dan menunjukan jawabannya. Peserta yang jawabannya salah, akan diberi tiga toleransi kesalahan. Setelah salah yiga kali maka peserta akan gugur," jelasnya

Baca Juga : Dampak Covid-19, Beasiswa LPDP ke Luar Negeri Ditunda Tahun Depan

Materi dalam perlombaan yang disediakan pihak panitia, juga telah sesuai dengan apa dipelajari pada masing-masing jenjang. Selain itu, para peserta sebelumnya juga bisa terlebih dahulu mempersiapkan diri, sebab dalam brosur perlimbaan telah diberikan kisi-kisi mengenai materi yang ada dalam perlombaan.

"Disini kami juga ingin melatih mempertajam pemahaman siswa maupun kecepatan siswa dalam pengerjaan soal. Boleh kita pintar materi tapi kalau ikut olimpiade belum tentu, karena ada batas waktu," jelasnya

Dalam olimpiade terbagi menjadi tiga babak, yakni penyisihan, semifinal dan final. Disini juga tidak terdapat tim juri penilai. Sebab, setelah soal dikerjakan, nantinya juga akan langsung disampaikan oleh pihak panitia pembahasan maupun jawaban soal.