Pelaku CH, oknum guru BK Cabul (duduk di tengah) saat diinterogasi oleh Kasat Reskrim Polres Malang (paling kiri) (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Pelaku CH, oknum guru BK Cabul (duduk di tengah) saat diinterogasi oleh Kasat Reskrim Polres Malang (paling kiri) (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dengan kondisi kepala tertunduk, CH (inisial)  oknum guru BK (Bimbingan Konseling) cabul ini, hanya bisa pasrah saat digelandang ke ruang penyidikan Satreskrim Polres Malang, Jumat (6/12/2019) petang.

Di hadapan Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, pria 38 tahun yang mengenakan kaus lengan panjang itu mengaku tidak akan mengulangi perbuatannya berupa tindakan pencabulan sebagaimana yang telah dilakukannya kepada belasan siswanya tersebut. ”Iya pak (sekali ini saja),” kata CH.

Baca Juga : Aktor Senior Tio Pakusadewo Kembali Ditangkap karena Kasus Narkoba

Pelaku menambahkan, jika dirinya akan aktif selama proses penyidikan berlangsung. Selain itu, pria berkaca mata ini, juga mengaku siap menerima segala konsekwensinya. Termasuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. ”Iya, saya akan aktif agar prosesnya (penyidikan) lancar. Iya, saya akan bertanggungjawab,” ungkap CH saat diinterogasi polisi.

Seperti yang sudah diberitakan, CH ini merupakan seorang oknum guru BK, di SMPN 4 Kepanjen. Selama satu tahun belakangan ini, tepatnya sejak bulan Juni 2018. CH diduga kuat sudah mencabuli sekitar 18 muridnya. Di mana semua korbannya merupakan siswa pria.

Modus yang digunakannya, adalah memaksa para korban ikut ekstrakulikuler modelling. Setelah mulai akrab, pelaku akan mengajak korban untuk masuk ke ruangan guru BK. Ditempat itulah, CH mencabuli belasan muridnya.

Dari keterangan salah satu korban, pelaku sebelumnya akan meminta tolong kepada para korban agar bersedia menjadi objek penelitian S3 pelaku CH. Belakangan diketahui, penelitian yang dilakukan pria dengan tubuh gemulai tersebut, membutuhkan sempel sperma, bulu kemaluan, hingga ukuran kelamin para pelajar SMP.

Baca Juga : Tulis "Bubarkan Negara", 10 Orang Ini Diciduk Polisi

Hingga berita ini ditulis, CH masih belum keluar dari ruang penyidikan Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Malang. Diketahui polisi masih memburu keterangan pelaku, sebelum akhirnya direncanakan akan dirilis pada esok hari Sabtu (7/12/2019) pagi.