Hujan meteor akan menghiasai langit sepanjang Desember 2019 (genpi.co)
Hujan meteor akan menghiasai langit sepanjang Desember 2019 (genpi.co)

MALANGTIMES - Informasi unik yang awalnya cukup membuat sebagian masyarakat khawatir terkait akan adanya hujan meteor sepanjang bulan Desember 2019 ini, akhirnya berubah menjadi kelegaan dan penantian bagi masyarakat.


Pasalnya, informasi yang dibagi oleh akun Instagram @bosschaobservatory yang menyebutkan sepanjang bulan Desember langit akan dipenuhi hujan meteor dan gerhana matahari cincin, tak akan membahayakan penghuni bumi di Indonesia. Seperti yang ditulis oleh @astronesia.id yang menyampaikan, bahwa meteor-meteor di langit Indonesia di bulan Desember 2019 berukuran kecil dan terbakar habis di atmosfer.
"Jadi fenomena ini gak berbahaya dan sebenarnya terjadi setiap bulan," tulisnya, Jumat (6/12/2019) menjawab berbagai kekhawatiran masyarakat terkait fenomena hujab meteor di Desember 2019 ini.


Tak hanya sehari, dua hari, hujan meteor akan menghiasi langit Desember hampir sepanjang bulan di akhir tahun 2019 ini.
Hal ini dituliskan oleh @bosschaobservatory yang menuliskan tanggal dari hujan meteor dan gerhana matahari cincin.
Di tanggal 2 Desember terjadi hujan meteor Pheoniced, disusul tanggal 6 dan 7 dengan hujan meteor Cassiopied dan Puppid Vellid. Hujan meteor lainnya akan terjadi sepanjang bulan Desember 2019. Tapi, ditanggal 12 dimana @bosschaobservatory menuliskan akan ada hujan meteor Hydrid, awan Magellan besar pada posisi yang baik untuk pengamatan. Serta tanggal 26 Desember dengan fenomena gerhana matahari cincin yang akan melintasi sebagian Indonesia yang patut untuk diabadikan oleh masyarakat.
Total yang diprediksi oleh @bosschaobservatory terkait fenomena itu mencapai 12 kali sepanjang Desember 2019 ini.
Untuk menyaksikan guyuran hujan meteor pun, masyarakat tak memerlukan alat khusus. "Untuk hujan meteor bisa dilihat dari mana saja selagi langitnya cerah (tidak berawan dan tidak terpolusi cahaya), cukup pakai mata tak perlu alat bantuan apapun," tulis @bosschaobservatory menjawab rasa penasaran masyarakat.
Sayangnya, untuk masyarakat Malang, kemungkinan menyaksikan fenomena hujan meteor ini bisa pupus dengan mulai masuknya musim hujan yang mulai intens mengguyur berbagai kawasan. Tak hanya Malang, beberapa daerah lainnya pun dimungkinkan tak bisa mengabadikan hujan meteor itu.
Akun @danisatria_dinata menuliskan, "Kalau tak mendung, soalnya di Sumatera lagi musim mendung," ujarnya yang sama disampaikan oleh berbagai akun lainnya.
@corcoastgt bahkan menyampaikan, "Mau hujan meteor, hujan planet. Jakarta tetap g bisa lihat," tulisnya.