DLH Kota Malang saat berkunjung dan sosialisasi di SMPN 13 (DLH for MalangTIMES)
DLH Kota Malang saat berkunjung dan sosialisasi di SMPN 13 (DLH for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sekolah di Kota Malang yang mengikuti program Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) diharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang bisa memanfaatkan media sosial untuk menambah nilai.

Media sosial nampaknya bukan lagi menjadi hal negatif bagi sekolah, karena dengan media sosial sekolah yang mengikuti program Adiwiyata bisa menambah nilai agar mendapatkan penghargaan.

Baca Juga : Sharing Ilmu dan Pengenalan Kampus, Prodi TI Unikama Lakukan Workshop Robotik di SMK An Nur Bululawang

Kasi Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH Kota Malang, Galuh Nawang R. ST, MT mengatakan bahwa pihaknya sudah menyosialisasikan hal tersebut kepada sekolah yang sudah lolos verifikasi dokumen oleh KLHK beberapa minggu lalu.

"Jadi kami sudah sosialisasikan kepada sekolah agar terus mengaktifkan media sosialnya, agar mendapat nilai tambahan," ujar Galuh kepada MalangTIMES.

Diakui Galuh, nilai untuk media sosial memang relatif sedikit tapi dengan inovasi yang dilakukan dan diunggah ke media sosial tentu akan menjadi pertimbangan sendiri bagi tim penilai di Adiwiyata.

"Di aturannya itu ditulis 5 untuk media sosial, dan jika semua terpenuhi itu nilainya hanya 3. Tapi dengan itu kan sudah lumayan," katanya.

Baca Juga : Ini Kebijakan Mendikbud Nadiem soal UN, UAS, hingga PPDB

Disinggung kenapa media sosial terus disosialisasikan oleh DLH, Galuh menuturkan bahwa saat ini 'ketenaran' Adiwiyata masih kalah dengan Adipura yang seolah terus dikejar oleh setiap kota di Indonesia.

"Dengan terus mengunggah di media sosial, semacam tag, mention dan sebagainya, tentu masyarakat akan semakin tahu tentang Adiwiyata ini. Selama ini kan hanya Adipura yang diketahui, jadi kami berharap sekolah-sekolah terus aktif di media sosial," pungkasnya.