Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jika di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas sudah tahun terakhir diperhatikan oleh sekelompok pencinta lingkungan yakni Sapu Bersih Nyemplung Kali (Saber Pungli), ke depan Gubnernur Jawa Timur akan menggalakkan hal serupa di area hilir.

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

Ya DAS Brantas itu memiliki Panjang 340 kilometer yang dilalui 17 kabupaten/kota di Jawa Timur. “Kalau di hulu sudah digalakkan Saber Pungli, kini ke depan akan disupport ada 8 perguruan tinggi ini akan memulai KKN secara beruntun untuk menyiapkan format bahasanya Brantas Tuntas,” ungkap Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

“Dari hulu ada Saber Pungli, hilir ada Brantas Tuntas rasanya jika itu dilakukan dengan komitmen tentunya akan membantu,” imbuhnya saat kegiatan Gerakan Nasional Daerah Aliran Sungai (GNDAS) di area Jalur Lintas Barat (Jalibar), Kecamatan Batu, Kamis (5/12/2019).

Dengan gabungan itu, diharapkan sungai atau DAS Brantas bersih pastinya akan indah dan sehat. “Tapi ada PR mari bersama disosialisasikan kepada posyandu, agar budaya popok dibakar bisa buat pantatnya panas hilang. Popok bisa dibuang di tempat khusus popok seperti di Kota Batu dan sebagainya,” jelas Khofifah.

Bahkan Khofifah memberikan contoh program Kota Batu popok menjadi vas. “Saya sempat beli vas 3 pot sudah dipasang di Grahadi Surabaya,” tambah mantan Menteri Sosial.

Baca Juga : Hama Tikus Bikin Buntung, Dinas Pertanian : Alat Bantuan Masih Terkendala Lelang

Beberapa program itu tentunya bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya dengan memanfaatkan popok menjadi barang yang memiliki nilai jual. Sehingga dengan demikian mampu menyejahterakan masyarakat.

“Semoga ke depan hulu hingga hilir DAS Brantas ini bisa tertangani, menjadi wisata sungai,” harapnya.