Pemasangan papan peringatan di rumah yang menunggak PBB oleh tim operasi gabungan BP2D Kota Malang. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Pemasangan papan peringatan di rumah yang menunggak PBB oleh tim operasi gabungan BP2D Kota Malang. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang kembali menindak tegas wajib pajak (WP) bandel. Kali ini, tim operasi gabungan BP2D Kota Malang bersama TNI/Polri, kejaksaan, dan Satpol PP Kota Malang kembali memasang papan segel di sebuah rumah mewah di kawasan Dinoyo.

Tim gabungan yang melakukan operasi pada Kamis (5/12/2019) pagi itu memasang papan pengawasan berbunyi "Perhatian, Tanah/Bangunan Ini dalam Pengawasan Tim Pemeriksa Pajak jarena Menunggak PBB".  Papan peringatan pun dipasang di bagian pintu gerbang dan pagar rumah mewah tersebut.

Baca Juga : Quraish Shihab Tegaskan Wabah Covid-19 Bukan Azab Allah

Saat proses pemasangan papan peringatan, rumah mewah tersebut sangat sepi seperti tak berpenghuni. Tak satu pun orang keluar dari rumah dua lantai tersebut dan tak terlihat aktivitas apa pun di dalamnya.

Ketua RT 11 RW 2 Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Abdullah Basuki yang datang menemui petugas pajak menyampaikan, rumah tersebut memang dalam kondisi kosong. Pemilik rumah memang jarang menempati rumah tersebut.

"Rumah ini sekarang kondisinya kosong. Dulu sempat dijadikan kos-kosan," katanya.

Dari informasi yang ia dapat, pemilik rumah telah membayarkan tunggakan pajak sekitar Rp 2,6 juta pasca-mendapat surat peringatan dari BP2D Kota Malang. Namun Abdullah  belum mengetahui dengan pasti berapa besaran tunggakan pemilik rumah tersebut.

"Saya nggak tahu detailnya. Tapi sebelumnya pemilik rumah sampaikan jika sudah membayar," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BP2D Kota Malang Ade Herawanto melalui Kasubid P2 BP2D Kota Malang Fauzan Indra menyampaikan, sebelumnya tim telah mengirimkan surat peringatan sebagaimana prosedur yang ada. Namun selama ini tak pernah mendapat respons positif dari pemilik rumah. Sehingga langkah terakhir yang diambil adalah memasang papan peringatan.

"Tunggakan PBB rumah tersebut sejak 2003 sampai sekarang. Tapi itu ada tahun yang dibayarkan, ada yang masih menunggak. Jadi, loncat-loncat tahunnya," terang Fauzan.

Dia menyampaikan, nilai PBB yang harus dibayarkan setiap tahun dari rumah tersebut sebesar Rp 2,3 juta. Jika ada informasi bahwa pemilik rumah telah membayar PBB, maka kemungkinan itu tunggakan tahun ini saja. Sementara tahun-tahun sebelumnya masih luput. Hal itu sesuai data yang dimiliki BP2D Kota Malang. "Sehingga kami harapkan pemilik bangunan kooperatif dan segera membayarkan kewajibannya," tambahnya.

Baca Juga : Balada Susilo: Hidup di Gigir Kemiskinan Tanpa Jaring Sosial Pemerintah

Bukan hanya rumah mewah di kawasan Dinoyo. Dalam kesempatan operasi gabungan tersebut, juga dilakukan pemasangan papan peringatan di beberapa kawasan lainnya. Pemasangan papan peringatan dilakukan lantaran WP masih memiliki tunggakan.

Selain memberi tindakan tegas kepada WP bandel yang tak lekas membayarkan kewajiban PBB, operasi gabungan BP2D Kota Malang kali ini juga menyasar sekitar 16 titik. Sebanyak empat tim diterjunkan dalam operasi gabungan tersebut. Meliputi penertiban pembayaran PBB, penertiban pemasangan reklame dan sosialisasi e-tax.