Pemasangan tapping box di Rumah Makan Kertanegara. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Pemasangan tapping box di Rumah Makan Kertanegara. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Gerak cepat meningkatkan potensi pajak terus dilakukan Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang. Kali ini dengan memasang tapping box. Pemasangan pun dilakukan secara bertahap dan diharapkan mampu meningkatkan transparansi di lingkup Pemerintah Kota Malang.

Kabid Pemeriksaan dan Penagihan BP2D Kota Malang Dwi Cahyo TY menyampaikan, pemasangan tapping box dilakukan untuk empat jenis pajak. Yaitu tempat hiburan, restoran, hotel atau tempat penginapan, dan parkir. Pemasangan pun sudah dilakukan secara bertahap melalui kerja sama dengan Bank Jatim.

Baca Juga : Tangkal Covid, Pemkab Malang Sediakan Safe House di Seluruh Desa

"Alatnya disediakan Bank Jatim. Total ada sekitar 250 alat yang disiapkan saat ini," katanya kepada wartawan di sela-sela giat pemasangan tapping box di Rumah Makan Kertanegara, Kamis (5/12/2019).

Cahyo menyampaikan, BP2D Kota Malang terus melakukan sosialisasi kepada para pelaku usaha. Sehingga, secara bertahap seluruh wajib pajak ditargetkan dapat memasang peralatan tersebut sebagaimana saran yang telah disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebelum melakukan pemasangan,  para petugas BP2D akan melakukan survei terlebih dulu. Sebab, belum semua tempat usaha men-support penuh kinerja alat tapping box tersebut. Meski begitu, tapping box masih dapat dipasang pada seluruh alat pembayaran di kasir menggunakan teknologi POS. "Kami terus proses untuk pasang tapping box di semua tenpat usaha di Kota Malang," tambah pria ramah itu.

Dalam kesempatan operasi gabungan (opsgab) yang dilakukan hari ini, Kamis (5/12/2019), BP2D Kota Malang mendatangi empat lokasi usaha untuk memasang tapping box. Keempatnya adalah Guest House Kertanegara di Jl Semeru, Amaris Hotel, Rumah Makan Kertanegara, serta Warung Subuh.

"Tapi  Warung Subuh masih menggunakan alat pembayaran yang lama. Jadi, minggu depan kami akan kembali pasang tapping box dengan perlengkapan POS," jelas Cahyo.

Sementara itu, pemilik Rumah Makan Kertanegara sekaligus Guest House Kertanegara Indra Setiyadi merasa senang dengan pemasangan tapping box tersebut. Dia menilai, pemasangan tapping box sangat tepat untuk menghitung potensi yang ada di masing-masing tempat usaha.

Baca Juga : Dampak Covid-19, PAD Kota Malang Diprediksi Turun 50 Persen

Bahkan sebelum memasang tapping box, tempat usahanya juga pernah dipasang dengan alat serupa. Dia sama sekali tidak merasa keberatan dengan pengawasan yang dilakukan BP2D dan Pemerintah Kota Malang. Namun dia berharap agar pemasangan tapping box dapat dilakukan secara merata.

"Ini langkah yang bagus dan kami dukung. Tapi kami berharap agar pemasangan tapping box ini lebih merata ke semua tempat usaha. Sehingga tidak terkesan tebang pilih," ucap Indra.

Tapping box sendiri merupakan alat monitoring transaksi usaha secara online. Pemasangan tapping box ini sendiri sebelumnya direkomendasikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat hadir dalam sosialisasi program pajak online yang digelar BP2D Kota Malang pada Rabu (4/12/2019) kemarin menyampaikan, tapping box dapat meningkatkan potensi pajak daerah serta mencegah praktik korupsi. Tapping box dipasang di mesin kasir untuk menghitung setiap transaksi yang terjadi di setiap tempat usaha. Kemudian data akan masuk ke server dan dapat dimonitor langsung.