Petugas beserta warga saat berupaya memadamkan kebakaran yang terjadi di Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Petugas beserta warga saat berupaya memadamkan kebakaran yang terjadi di Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Memasuki akhir tahun 2019, tepatnya di bulan Desember, musibah kebakaran masih mengintai wilayah di Kabupaten Malang. Berdasarkan catatan PPBK (Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran), terdapat beberapa kecamatan yang masuk zona rawan kebakaran saat memasuki musim hujan.

”Kalau memasuki musim hujan, kecamatan yang ada di daerah lingkar Kota Malang seperti Kecamatan Pakisaji, Wagir, Singosari, dan Lawang menjadi daerah paling rawan terjadi kebakaran,” terang Kepala bidang PPBK Kabupaten Malang, Goly Karyanto, Rabu (4/12/2019).

Baca Juga : 6 Gunung Erupsi Bersamaan, Mulai di Tanah Jawa, Maluku, hingga Sumatera

Menurutnya, jika memasuki musim hujan, potensi kebakaran yang patut diwaspadai adalah faktor kecelakaan. Seperti misalnya korsleting listrik dan tabung gas elpiji yang meledak. ”Beberapa hari belakangan ini, Kabupaten Malang sudah mulai turun hujan. Dampaknya sebenarnya sangat berpengaruh terhadap minimnya kejadian kebakaran, sebab selama ini kebakaran memang marak terjadi di lahan bambu dan tebu,” jelas pria yang akrab disapa Goly ini.

Jika melihat data yang dihimpum PMK Kabupaten Malang, lanjut Goly, sejak bulan januari hingga september 2019, terdapat 75 kasus kebakaran. Sedangkan bulan Oktober ada 34 kasus dan November 4 kejadian.

”Bulan Oktober menjadi saat di mana paling marak terjadi kebakaran, total ada 34 kasus yang terjadi pada bulan tersebut. Jumlah itu meningkat 2 kali lipat jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2018. Saat itu tercatat hanya ada 17 kasus saja,” ungkap Goly.

Apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah kebakaran di tahun 2019 meningkat dari tahun lalu. Total ada 113 insiden kebakaran di tahun 2019 ini. Sedangkan di sepanjang tahun 2018, hanya ada 86 musibah kebakaran yang terjadi di Kabupaten Malang.

”Dari analisa kami, meningkatnya jumlah kebakaran terjadi karena faktor kemarau yang berkepanjangan,” ungkap Goly saat ditemui MalangTIMES.com.

Baca Juga : Awal April Kota Batu Dilanda Tiga Kali Tanah Longsor

Menurutnya, saat memasuki musim kemarau. Kawasan lahan seperti lahan tebu dan bambu, memang marak terjadi kebakaran. Penyebabnya nyaris sama, yakni faktor kelalaian manusia. Misalnya buang putung rokok sembarangan, pembakaran sampah yang merembet, serta membuat perapian yang lupa dimatikan.

”Kalau pas musim kemarau, hampir seluruh wilayah di Kabupaten Malang marak terjadi kebakaran. Harapannya saat memasuki musim hujan, pada bulan Desember ini tidak akan terjadi kebakaran lagi,” pungkas Goly.