Wali Kota Malang Sutiaji (tengah kenakan kemeja putih) saat meninjau bangunan semi permanen di bawah kolong Jembatan Kahuripan (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah kenakan kemeja putih) saat meninjau bangunan semi permanen di bawah kolong Jembatan Kahuripan (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Wali Kota Malang Sutiaji meninjau langsung bangunan semi permanen di bawah Jembatan Kahuripan. Bangunan yang dibuat dari kayu dan seng itu diketahui ditempati oleh dua perempuan paruh baya bernama Sunarmi (65 tahun) dan Tumi Astuti (59). Di sana, mereka juga menernak puluhan anjing yang kemudian dijual di Pasar Burung Spleendid yang lokasinya tak jauh dari jembatan.

Baca Juga : Draft Sudah Final, Besok Pemkot Malang Ajukan PSBB

Ditemani Kepala Satpol PP Kota Malang Priyadi dan jajaran Dinas Sosial Kota Malang, Sutiaji menyapa langsung dua perempuan yang sejak lama menempati kawasan tersebut. Di sana Sutiaji berdialog cukup lama dan melihat langsung kondisi bangunan yang disekat menjadi beberapa ruangan seperti kamar tidur, dapur, dan tempat mengasuh anjing.

"Berapa lama buk tinggal di sini," tanya Sutiaji pada Tumi dan dijawab jika ia tinggal di sana sejak lama.

Selama kurang lebih 20 menit, Sutiaji berdialog dengan dua perempuan paruh baya yang menempati area terlarang tersebut. Saat itu juga ia meminta agar ke duanya segera mengosongkan kawasan tersebut dan kembali menempati rumahnya yang lebih layak.

"Tolong segera dibersihkan ya buk, jangan lagi tinggal di sini, kan sudah punya rumah," jelasnya.

Humas Pemkot Malang for MalangTIMES

Sementara itu, ditemui wartawan usai berdialog dengan Tumi dan Sunarmi, Sutiaji menyampaikan jika ke duanya akan segera mendapat penanganan khusus dari Dinas Sosial. Pendataan agar dilakukan lebih mendetail sebelum akhirnya diambil langkah akhir sebagai keputusan.

"Nanti akan diarahkan ke Liponsos di Desaku Menanti atau bagiaman akan dilihat setelah pendataan. Karena informasinya, ke duanya itu punya rumah. Satu di Mergosono dan satu lagi di Bunul," jelas pria berkacamata itu.

Dia menyampaikan, selama ini kebutuhan air dan listrik didapat dari kampung yang tak jauh dari lokasi bangunan semi permanen tersebut. Karena salah satu yang menempati bangunan tersebut menyewa rumah yang kemudian saluran air dan listriknya dibawa ke area tersebut.

"Akan segera dibersihkan Satpol PP. Kami beri waktu satu minggu, jika tidak akan diberi tindakan tegas," urai dia.

Humas Pemkot Malang for MalangTIMES

Hal itu dibenarkan Kasatpol PP Kota Malang Priyadi yang menyebut jika tim akan bekerja sejak hari ini, Rabu (4/12/2019). Jika tidak segera dikosongkan, maka pihaknya akan membongkar paksa bangunan meski telah ditempati sejak lama.

"Kami beri waktu satu minggu, kalau tidak kami bongkar paksa," jelasnya.

Baca Juga : Hari ke 2 Proses Pencarian Pendaki Hilang karena Kesurupan, Puluhan Personel Dikerahkan

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Kota Malang Peni Indriani menambahkan, dua warga yang menempati kolong Jembatan Kahuripan itu akan didata ulang. Kemudian akan menjalani masa evaluasi di Liponsos Desaku Menanti.

"Akan kami evaluasi, alasannya apa tinggal di Jembatan Kahuripan, berapa lama dan warga mana," terangnya.

Jika memang warga Kota Malang, maka ke duanya akan langsung dipulangkan kepada keluarganya masing-masing. Sementara jika warga luar Kota Malang akan dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Hal itu dilakukan sesuai dengan aturan kerja di Dinas Sosial.

Humas Pemkot Malang for MalangTIMES

"Laporannya nggak hanya di kolong Jembatan Kahuripan saja, di bawah Jembatan Majapahit dan daerah Gadang informasinya juga ada. Kami akan segera tindak juga," jelas perempuan berhijab itu.

Selain mendatangi langsung temlat tinggal yang berada di bawah kolong Jembatan Kahuripan, Wali Kota Malang Sutiaji saat itu juga menemui seorang gelandangan yang tengah duduk di area Jembatan Kahuripan. Setelah ia periksa KTP yang bersnagkutan, Sutiaji memerintahkan Dinsos dan Satpol PP membawa pria yang ia temui tersebut ke Liponsos di Desaku Menanti.

"Kalau yang ditemui Pak Wali duduk-duduk di area jembatan tadi langsung dibawa ke Liponsos," terang Peni.