Tangkapan layar @toev_612 terkait soal ujian di MA wilayah Kediri yang berisikan pertanyaan tentang terkait khilafah (Twitter)
Tangkapan layar @toev_612 terkait soal ujian di MA wilayah Kediri yang berisikan pertanyaan tentang terkait khilafah (Twitter)

MALANGTIMES - Media sosial (medsos) Twitter lagi diramaikan dengan postingan warganet terkait foto soal ujian Madrasah Aliyah di wilayah kerja Kediri Utara kelas XII. Pasalnya, dalam foto yang di-posting oleh akun @toev_612 ini, dalam lembaran soal terdapat beberapa pertanyaan terkait khilafah yang juga sedang ramai diperbincangkan sampai saat ini. Dari pemerintah melalui jajaran menterinya sampai di tengah masyarakat Indonesia saat ini.


Postingan itu sontak saja membuat ramai medsos Twitter. Berbagai komentar pun memenuhi cuitan dan foto yang disampirkan oleh @toev_612.
"Ini bentuk propaganda apa lagi ? monggo @Kemenag_RI  ini disikapi. Katanya mau kuatkan pancasila tp generasi kita dicekokin kayak gini trus bagaimana?," cuitnya, Rabu (4/12/2019).

Dalam tautan itu terdapat 3 halaman  yang memperlihatkan soal khilafah yang entah oleh pengirim atau siapa, diberi keterangan dengan coretan kotak untuk memperjelas redaksi itu.

Misalnya, di soal nomor tiga dengan peeyanyaan sebagai berikut "Khilafah yang dibangun Rasulullah SAW dan diteruskan oleh para sahabatnya berlandaskan pada pijakan kokoh yang prinsipnya dimaksudkan untuk...." 

Ada lima jawaban dari soal yang dalam postingan itu semuanya bebrsifat multiple choice atau pilihan.

Disoal lainnya juga redaksi khilafah ada diberbagai nomor pertanyaan. Bahkan dari 3 tautan foto yang dicuitkan oleh  @toev_612, hampir semua soalnya berisikan terkait khilafah.



Sontak saja warganet pun ramai-ramai mengomentari adanya ujian soal Fiqih dengan pertanyaan-pertanyaan khilafah. Bahkan akun @toev_612 juga mengomentarinya sebagai berikut :" Ambyar kabeehh (semua, red)..." tulisnya menyikapi adanya ujian soal di MA di wilayah Kediri Utara untuk anak sekolah kelas XII atau setara SMA ini.

Beberapa warganet menyampaikan pendapatnya dan meminta kepada pemerintah melalui Kementerian Agama serta Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak, Wakil Gubernur untuk mengusut adanya hal tersebut.

Baca Juga : Trending Twitter! Buku Karya Tere Liye Jadi Barang Bukti Aksi Vandalisme Anarko


Misalnya akun @Th0rOnly sebagai salah satu yang mewakili hal itu. "Silahkan diselidiki Ibu @KhofifahIP dan Pak @EmilDardak dan kalau terbukti diharapkan memberikan Sanksi Tegas!," cuitnya.


Atau @yammani_,"@Kemenag_RI @KhofifahIP monggoh niku ditindak lanjutin bu, wilayah e panjenengan. cc: prof @mohmahfudmd ini ada kasus kecil tapi bisa berdampak besar. penyebaran paham khilafah secara terselubung,"cuitnya.


Lainnya mengatakan, munculnya soal ujian itu tak lepas dari tangan-tangan "Kadrun". Penamaan bagi orang atau kelompok yang berseberangan dengan kelompok lainnya yaitu kaum Togog yang merepresentasikan pihak pemerintah Jokowi.


"Materi tingkat aliyah tentang Khilafah, pasti menyimpang dr KD²nya, dan penyusunan kisi² & soal bs dipastikan curut bin kadrun," cuit @Guz_Octa.


Pro kontra pun terjadi dengan perang komentar menyikapi cuitan tersebut. Yang pro misalnya bisa dibaca dari cuitan @AriMuhammadNoer sebagai berikut :"Cie phobia kata Khilafah, muslim kaga ? Klw bkn muslim ya wajar sih, bukan ranah anda membahas ini," tulisnya yang dilanjut oleh akun 


@yansyahril, "Itu matpel FIQIH, untuk siswa madrasah aliyah setara SMA/SMK. Memang begitulah pelajran FIQIH. Knapa malah pada sewot. Ini yg nge-tweet Islam bukan ya?," cuitnya.


Pro dan kontra atas soal ujian dengan mencantumkan redaksi khilafah di berbagai nomor itu, dipastikan akan terus berlangsung di medsos Twitter. Satu sama lain akan bersikukuh dengan keyakinan, pandangan, dan pilihannya untuk saling terus melempar argumentasi.

Baca Juga : Quraish Shihab Tegaskan Wabah Covid-19 Bukan Azab Allah


Lewat @mdi4nas, persoalan itu coba di posisikan dengan netralitas melihat persoalan. Yakni melalui metode tabayun kepada para pihak dibalik adanya hal tersebut.


"Biasanya kalo ujian model seperti itu, yang buat soal adalah guru mapelnya masing2, kalo mau lbih jelasnya ya monggo di tabayyun ke guru mapelnya, biar gak gaduh, mohon @Kemenag_RI untuk menindaklanjuti ke daerah," tulisnya.