Ratusan remaja usia SMP dan SMA di Kabupaten Malang saat mengkonsumsi tablet tambah darah guna menekan angka stunting
Ratusan remaja usia SMP dan SMA di Kabupaten Malang saat mengkonsumsi tablet tambah darah guna menekan angka stunting

MALANGTIMES - Berbagai upaya terus dilakukan oleh pemerintah guna menekan jumlah penderita stunting. Tanpa terkecuali seperti yang dilakukan oleh Pemda (Pemerintah Daerah) Kabupaten Malang.

Baca Juga : Hari Ini Pasien Positif Covid-19 Capai 4.839 Kasus, Ada 139.137 Orang Dalam Pantauan

”Sudah banyak langkah yang kami lakukan guna menekan jumlah stunting di Kabupaten Malang, salah satunya dengan mengadakan Workshop Gerakan Serentak Minum Tablet Tambah Darah yang diselenggarakan hari ini,” kata Kepala Dinkes (Dinas Kesehatan) Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo, saat memberikan sambutanya dalam agenda yang diselenggarakan di Pendopo Agung, Kabupaten Malang, Rabu (4/12/2019) pagi.

Pada kegiatan tersebut, turut serta dihadiri oleh 235 tamu undangan. Mulai dari perwakilan Polres Malang, Ketua Tim Penggerak PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) Kabupaten Malang, Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Kepala Puskesmas Lokus Stunting, hingga ratusan pelajar di tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan SMA (Sekolah Menengah Atas), juga turut dilibatkan dalam agenda yang bertujuan untuk menekan jumlah stunting di Kabupaten Malang tersebut.

”Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi permasalahan stunting yang dialami oleh anak yang berusia dua tahun. Dengan adanya gerakan serentak minum tablet tambah darah, tingkat kesehatan dan pemenuhan gizi bagi kaum ibu bisa dioptimalkan. Tentunya langkah semacam ini harus aktif dilakukan sejak masih remaja, agar nantinya saat sudah menjadi ibu hamil dan melahirkan anak, putra putri mereka tidak mengalami stunting,” jelas Arbani.

Masih menurut Arbani, program minum tablet tambah darah tersebut, dilakukan untuk mengantisipasi permasalahan anemia (kekurangan sel darah merah). ”Pada tablet tersebut, juga mengandung banyak gizi dan vitamin. Dengan begitu jumlah kasus stunting bisa diantisipasi sejak dini,” terang Arbani.

Tidak bisa dipungkiri, penyebab utama stunting memang diawali dengan kondisi kesehatan sang ibu yang tidak mumpuni. Jika kebutuhan gizi dan vitamin bagi wanita usia subur terpenuhi, maka dipastikan tidak akan ada lagi kasus stunting.

”Selama ini ada anggapan yang salah jika stunting terjadi karena faktor genetik. Padahal tidak selalu seperti itu, kondisi kesehatan dan pemenuhan gizi yang kurang termasuk faktor anemia menjadi penyebab stunting,” ungkap Arbani.

”Harapannya program mengkonsumsi tablet penambah darah ini bisa terus dilanjutkan oleh calon ibu sejak mereka masih remaja. Sehingga kasus stunting tidak terjadi lagi di Kabupaten Malang,” imbuh Arbani.

Baca Juga : Kabar Baik, Satu Pasien Positif Covid19 Tulungagung Dinyatakan Sembuh

Langkah antisipasi stunting sejak remaja dengan cara minum tablet tambah darah yang diinisiasi oleh Dinkes Kabupaten Malang ini, juga menuai tanggapan positif dari Bupati Malang HM Sanusi.

”Langkah seperti ini sangat bagus untuk menekan jumlah stunting di Kabupaten Malang. Jika sejak remaja sudah dipersiapkan sedemikian rupa, maka saat memasuki masa pernikahan dan kehamilan para ibu sudah lebih siap dan kondisi kesehatan dan pemenuhan gizi mereka sudah memadai,” kata Sanusi.

Senada dengan yang disampaikan Kepala Dinkes Kabupaten Malang, menurut Sanusi tidak semua kasus stunting disebabkan karena faktor genetik, ekonomi, dan lingkungan. Melainkan karena kondisi ibu yang kurang sehat karena menderita anemia dan kekurangan gizi, menjadi faktor utama kasus stunting masih ditemui hingga saat ini.

”Selain memenuhi kebutuhan vitamin dan menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan dan suplemen bergizi. Para ibu hamil juga tidak boleh stres. Caranya dengan melakukan kegiatan positif, seperti senam dan beberapa kegiatan olah raga lainnya. Dengan begitu bayi yang dilahirkan akan sehat,” tutup Sanusi.