Kepala Barenlitbang Kota Malang, Dwi Rahayu saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan di Hotel Savana, Rabu (4/12/2019) (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Kepala Barenlitbang Kota Malang, Dwi Rahayu saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan di Hotel Savana, Rabu (4/12/2019) (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Kesehatan menjadi salah satu visi pembangunan Kota Malang dalam lima tahun ke depan. Sehingga, jaminan layanan kesehatan selalu menjadi prioritas rencana pembangunan di Kota Pendidikan ini.

Untuk memastikan kualitas layanan kesehatan itu, Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Kesehatan Kota Malang. Rakortek yang digelar di Hotel Savana, Rabu (4/12/2019) itu digelar dalam rangka koordinasi, sinkronisasi dan harmonisasi perencanaan pembangunan daerah subbidang pembangunan masyarakat.

Kepala Barenlitbang Kota Malang, Dwi Rahayu menyampaikan, kesehatan merupakan isu strategis dalam pembangunan Kota Malang. Sehingga, berbagai upaya untuk meningkatkan jaminan dan layanan kesehatan harus terus dilakukan.

"Dengan adanya rakor ini kami harapkan ada saran dan masukan untuk meningkatkan layanan kesehatan di Kota Malang," katanya saat membuka Rakor Teknis Kesehatan, Rabu (4/12/2019).

Dia menjelaskan, Kota Malang telah berkomitmen untuk meningkatkan Universal Health Coverage (UHC). Sederet program sudah ditetapkan untuk program pembangunan dalam lima tahun ke depan. Salah satunya adalah kepesertaan BPJS Kesehatan bagi seluruh masyarakat di Kota Malang.

"Terutama untuk masyarakat miskin, Kota Malang telah menyiapkan anggaran khusus untuk mengcover biaya BPJS Kesehatan," terang perempuan berambut panjang itu.

Lebih jauh Dwi menyampaikan, untuk meningkatkan jaminan layanan kesehatan itu, Rakor Teknis Kesehatan kali ini sengaja mengundang berbagai unsur dan stakeholder dalam bidang kesehatan. Mulai dari rumah sakit, puskemas, klinik, hingga organisasi dan komunitas kesehatan.

Peserta Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan foto bersama (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Sedangkan untuk pemateri sendiri terdiri atas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim Dr. dr. Kohar Hari Santoso, Sp.An. KJC. KAP, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, dan Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kota Malang, Roy Winandra Putra.

"Kami sengaja mengundang Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dengan harapan akan ada sinkronisasi pembangunan kesehatan di Kota Malang dengan yang dilaksanakan provinsi," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Rakor Teknis Kesehatan sekaligus Kabid Pembangunan Manusia, Masyarakat, Sosial dan Budaya Barenlitbang Kota Malang Dwi Wijono menambahkan, kegiatan Rakortek tersebut kali pertama digelar. Diharapkan melalui rakor tersebut memunculkan banyak informasi serta saran baru bagi pembangunan kesehatan di Kota Pendidikan ini.

"Saran yang diberikan kami harap bisa menjadi masukan dan rekomendasi bagi Dinas Kesehatan Kota Malang," tambahnya.

Dia menjelaskan, kegiatan yang menyuguhkan tiga pemateri sekaligus itu mengundang seluruh elemen kesehatan. Meliputi perangkat daerah, 26 rumah sakit, 16 puskesmas, 60 klinik, organisasi kesehatan, dan lembaga swadaya kesehatan. Total peserta mencapai 150 orang.

Kegiatan Rakor Teknis Kesehatan itu pun berlangsung sejak pukul 09.00 WIB. Seluruh peserta mengikuti pemaparan yang disampaikan narasumber. Sederet saran disampaikan dalam diskusi panel.

Beberapa saran dan usulan yang disampaikan di antaranya seperti keterlibatan perguruan tinggi kesehatan dalam penanganan kesehatan, audit lapangan dengan melibatkan berbagai unsur, hingga penanganan masalah kesehatan agar tak hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan dan unsurnya saja. Melainkan melibatkan banyak unsur dan lembaga lainnya dalam menjamin kualitas kesehatan.