Kasi Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH Kota Malang, Galuh Nawang R. ST, MT (paling kanan) saat usai membina SD Model Kota Malang (DLH for MalangTIMES)
Kasi Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH Kota Malang, Galuh Nawang R. ST, MT (paling kanan) saat usai membina SD Model Kota Malang (DLH for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang berharap 20 sekolah yang sudah lolos administrasi Adiwiyata 2019 baik mandiri atau nasional bisa lanjut ke babak berikutnya agar 'Bhumi Arema' mendapatkan banyak penghargaan.

Kota Malang nampaknya masih mendominasi untuk sekolah yang mengikuti program Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2019.

Total dalam setiap kategori yakni nasional ataupun mandiri, Kota Malang mengajukan 15 sekolah. 

Tapi memang ada beberapa sekolah yang nilainya masih kurang sehingga belum terpilih pada Adiwiyata 2019 ini.

"Yang lolos administrasi Sekolah Adiwiyata Nasional ada 8, lalu sekolah Adiwiyata Mandiri ada 12 dari 15 yang diajukan sebelumnya," ujar Kasi Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH Kota Malang, Galuh Nawang R. ST, MT kepada MalangTIMES.

Nantinya jika Kota Malang mendapatkan banyak penghargaan, Gubernur Jawa Timur akan menghadiri penyerahan dari KLHK di Jakarta setelah melalui proses penilaian dan sampling yang telah dilakukan oleh tim dari kementerian.

"Nantinya yang paling banyak mendapat penghargaan Gubernurnya akan di undang," katanya.

Sementara itu, Galuh yang dalam hal ini membina langsung ke sekolah-sekolah berharap agar ke 20 sekolah yang sudah terpilih agar mendapatkan penghargaan dari KLHK. 

Pasalnya ia menilai hingga saat ini sekolah yang sudah ia bina sudah sangat layak mendapatkan penghargaan.

"Saya berharap 20 sekolah itu lolos semua ya, karena kan membawa nama baik Kota Malang juga," tegasnya.