Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Dr Purnadi saat menjelaskan potensi pajak penerangan jalan yang ada di wilayahnya (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Dr Purnadi saat menjelaskan potensi pajak penerangan jalan yang ada di wilayahnya (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pajak daerah sektor penerangan jalan menjadi kategori pajak dengan pendapatan tertinggi di Kabupaten Malang. 

Bagaimana tidak, hingga tutup buku tahun 2019, pajak penerangan jalan ditarget memperoleh pendapatan mencapai Rp 78.650.000.000.

”Dari 10 kategori pajak daerah, potensi sektor pajak penerangan jalan memang terbilang paling tinggi,” kata Kepala Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang, Dr Purnadi.

Sebagai informasi, ke-sepuluh sektor pajak tersebut meliputi pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, mineral bukan logam dan batuan (minerba), parkiran, air bawah tanah, pajak bumi dan bangunan (PBB), dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

Jika dibandingkan dengan target PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), target pajak penerangan jalan jauh lebih banyak. 

Yakni memiliki selisih sekitar Rp 15 miliar. Sebab pajak PBB di tahun 2019 ini, hanya ditarget memperoleh Rp 64 miliar.

”Target pajak penerangan jalan memang selalu meningkat, tahun lalu targetnya hanya sekitar Rp 71,2 miliar,” jelas mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang ini.

Sedangkan di tahun ini, lanjut Dr Purnadi, dari hasil rekapan pendapatan pajak terbaru. 

Pajak penerangan jalan sudah menyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah) senilai Rp 67,3 miliar.

Jumlah tersebut, diperoleh Bapenda Kabupaten Malang per awal bulan November 2019 lalu.

”Sekitar 86 persen dari target pajak penerangan jalan sudah terpenuhi, potensi pajak di sektor ini akan terus kami optimalkan agar bisa kembali surplus,” sambung Dr Purnadi.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, pajak penerangan jalan juga menyumbang pendapatan tertinggi. 

Selama kurun waktu tahun 2018, Bapenda Kabupaten Malang mampu mengumpulkan pendapatan pajak penerangan jalan mencapai Rp 78,1 miliar.

”Tahun lalu pajak penerangan jalan mampu mendulang surplus sekitar 10 persen dari target yang hanya dipatok sekitar Rp 71,2 miliar,” tutup Dr Purnadi kepada MalangTIMES.com.