Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso saat memberikan bantuan sosial pangan beras kepada warga kurang mampu di Balai Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso saat memberikan bantuan sosial pangan beras kepada warga kurang mampu di Balai Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemkot Batu terus berupaya menurunkan angka kemiskinan di wilayahnya. Salah satu komitmen yang tidak pernah putus adalah program pemberian beras miskin. 

Terbukti saat ini Pemkot Batu mampu membuat turun angka kemiskinan di Kota Batu. Dari jumlah 3100 KK (kepala  keluarga) warga miskin, kini menjadi 2.656 KK yang tersisa. Dengan demikian, Pemkot Batu telah melepas status 444 KK warga miskin.

“Data itu tercatat hingga akhir bulan November ini. Dengan menurunnya angka ini, kami akan terus berinovasi demi mengentaskan warga miskin di Kota Batu,” kata Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso.

Ia menambahkan, Pemkot Batu melalui Dinas Ketahanan Pangan  memberikan raskin (beras untuk warga miskin) khusus untuk masyarakat miskin yang tidak ter-cover  Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Sebelumnya bantuan pemkot berupa beras 5 kilogram. Namun, saat ini bertambah menjadi 10 kilogram.  Itu sekaligus sebagai pengganti bantuan raskin yang diberikan pemerintah pusat.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan, angka kemiskinan terus berkurang dari tahun-tahun sebelumnya. “Hal ini salah satu upaya Pemkot Batu memberikan pendampingan. Mulai dari adanya menyediakan lapangan pekerjaan dan program bantuan kepada warga miskin,” ungkap dia.

Hadirnya tempat wisata juga dinilai berimbas terhadap  kreativitas masyarakat untuk membuka lapangan pekerjaan. Kegiatan usaha juga berkembang. Saat ini juga banyak muncul kegiatan usaha baru.

Tidak hanya itu. Dengan memanfaatkan alokasi dana desa dan dana desa, pemkot juga berupaya mengurangi angka kemiskinan di 19 desa Kota Batu.