Bupati Malang M Sanusi (tengah kenakan batik dan berkopiah) saat meninjau langsung rumah terdampak angin kencang di Dusun Jatiarjo Kecamatan Jabung (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Bupati Malang M Sanusi (tengah kenakan batik dan berkopiah) saat meninjau langsung rumah terdampak angin kencang di Dusun Jatiarjo Kecamatan Jabung (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Bencana angin kencang atau puting beliung akhir-akhir ini hampir terjadi di berbagai daerah di Indonesia, tanpa kecuali di Kabupaten Malang. Terlebih di musim peralihan seperti sekarang.

Masyarakat pun diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan mengenal cara melindungi diri.

Bupati Malang M. Sanusi menyampaikan, segala jenis bencana tak dapat dideteksi sejak dini. Tanpa kecuali angin puting beliung yang selama beberapa bulan terakhir melanda kawasan Malang Raya. Sehingga masyarakat memang harus meningkatkan kewaspadaan diri.

Dia menyampaikan, angin puting beliung berpotensi terjadi di semua wilayah Kabupaten Malang. Selama ini, identifikasi berkaitan dengan potensi bencana sudah dilakukan melalui desa tangguh bencana. Masyarakat selalu dibekali tentang cara menyelamatkan diri saat bencana terjadi.

"Tapi sekali lagi, bencana tidak dapat diprediksi, dipetakan, atau dihalang," katanya usai menyambangi warga terdampak angin kencang di Dusun Jatiarjo Rekesan Kelurahan Gunungjati Desa Gunungjati, Kecamatan Jabung Kabupaten Malang.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BOBD) Kabupaten Malang, Bambang Istiawan menambahkan, saat ini masing-masing daerah telah memiliki Pos Lapang. Dalam satu pos akan diisi sekitar enam personel atau petugas dari BPBD. Tugasnya adalah melakukan penyelamatan pertama atau mengatasi permasalahan yang terjadi dalam sebuah bencana.

"Semisal terjadi pohon tumbang, petugas di Pos Lapang akan langsung turun mengatasi. Itu akan lebih cepat dibanding harus didatangkan tim dari Panjen," imbuhnya.

Masing-masing pos menurutnya dilengkapi dengan sederet peralatan sederhana yang dapat difungsikan dengan cepat. Dengan adanya pusat keamanan yang didekatkan di masing-masing daerah itu, diharapkan penanganan terhadap berbagai jenis bencana alam dapat diatasi lebih cepat.

"Karena jika mengandalkan yang dari Kepanjen saja maka proses penyelesaian akan berlangsung lama," tambah Bambang.