Barang bukti pil koplo yang diamankan dari pelaku (ist)
Barang bukti pil koplo yang diamankan dari pelaku (ist)

MALANGTIMES - Suhariadi (36) warga Jalan Muharto gang II, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, harus menikmati moment pertambahan umurnya di sel jeruji besi selama beberapa tahun kedepan. Pasalnya ia terancam 10 tahun penjara karena kedapatan menjadi pengedar obat parkinson yakni pil dobel L.

Tertangkapnya Suhariadi, bermula dari diamankannya seorang pembeli, yakni KA (25) warga Jalan Muharto gang VII, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang yang kedapatan membawa 1000 butir  pil dobel L.

Baca Juga : Diduga Akibat Stroke, Tahanan Kasus Judi Polsek Klojen Meningal Dunia

Saat diintrogasi, KA mengaku membeli pil tersebut dari Suhariadi (36) warga Jl Muharto Gang II, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, atau yang tinggal di Jl Permadi, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Saat itu, KA membeli 1000 pil tersebut seharga Rp 800 ribu. Dari keterangan KA, polisi kemudian langsung mendatangi kediaman Suhariadi dan berhasil menangkapnya.

Saat digeledah di rumahnya, petugas menemukan lagi barang bukti obat parkinson atau pil dobel L sebanyak 2000 butir. Selain itu, juga ditemukan uang sebesar Rp 1,64 juta yang diduga merupakan hasil penjualan pil dobel L.

Kapolsek Blimbing, Kompol Hery Widodo menjelaskan, jika pengembangan terhadap pelaku peredaran pil koplo yang jelas bisa merusak generasi bangsa terus dilakukan. "Kami terus mendalami keterangan pelaku," jelasnya.

Akibat perbuatannya, para pelaku terancam Pasal 197 atau pasal 196 dan atau pasal 198 UU RI No. 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan, dengan hukuman 10 tahun penjara.

Baca Juga : Aktor Senior Tio Pakusadewo Kembali Ditangkap karena Kasus Narkoba

"Dalam pasal tersebut berbunyi, setiap orang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi berupa obat dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar dan atau tidak memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan praktik kefarmasian, maka akan terancam kurungan penjara sekitar 10 tahun," pungkasnya.