Bupati Malang M Sanusi (tengah kenakan batik dan berkopiah) saat meninjau langsung rumah terdampak angin kencang di Dusun Jatiarjo Kecamatan Jabung (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Bupati Malang M Sanusi (tengah kenakan batik dan berkopiah) saat meninjau langsung rumah terdampak angin kencang di Dusun Jatiarjo Kecamatan Jabung (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Musibah angin kencang menimpa warga Dusun Jatiarjo Rekesan Kelurahan Gunungjati Desa Gunungjati, Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Musibah tersebut terjadi pada Senin (2/12/2019) kemarin sore sekitar pukul 15.00 WIB. Tak ada korban jiwa dari musibah tersebut. Sementara jumlah kerugian masih terus dihitung.

Setidaknya ada 59 rumah terdampak musibah angin kencang tersebut. Dari total rumah yang terdampak tersebut, 12 rumah mengalami rusak berat, enam rumah rusak sedang, dan 41 rumah rusak ringan. Warga terdampak pun disambangi langsung Bupati Malang M. Sanusi pada Selasa (3/12/2019) pagi sekitar pukul 09.30 WIB.

Usai menyambangi warga terdampak, Sanusi memerintahkan agar Perangkat Daerah (PD) terkait segera bergerak. Salah satunya adalah dengan mencairkan anggaran tak terduga. Anggaran itu menurutnya dapat dicairkan melalui SK Kebencanaan yang ditandatangani Bupati Malang.

"Saya mau anggaran kebencanaan untuk adminsitrasi clear besok, dan segera dimanfaatkan. Agar masyarakat tak merasakan bencana yang berkepanjangan," katanya usai meninjau dan menyambangi warga terdampak angin kencang di Dusun Jatiarjo, Selasa (3/12/2019).

Karena berdasarkan data BPBD Kabupaten Malang, sejauh ini anggaran kedaruratan yang sudah terserap sekitar Rp 700 juta dari total Rp 1 miliar. Sedangkan anggaran cadangan lain yang berada di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) masih utuh, yaitu sebesar Rp 5 miliar.

"Jadi anggaran di BPKAD itu segera dicairkan," jelasnya.

Pria yang akrab disapa Abah Sanusi itu menjelaskan, bantuan tak hanya diberikan kepada warga di Dusun Jatiarjo saja. Melainkan juga kepada daerah lain yang sebelumnya terdampak musibah angin kencang tersebut. Salah satunya seperti kawasan Gedangan yang juga mengalami musibah serupa.

Musibah angin kencang itu menurutnya sangat berpotensi terjadi dimanapun dan kapanpun. Seluruh kecamatan dan daerah di Kabupaten Malang berpotensi untuk mengalami musibah yang sama. Sehingga dia mengharapkan agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan.

"Musibah angin kencang tak dapat diprediksi kapan dan dimana terjadi, kemarin sempat terjadi di Batu, lalu di Kecamatan Gedangan dan kemarin di Jabung sini. Kita semua tidak pernah tahu," jelas Sanusi.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang, Bambang Istiawan menambahkan, tim akan segera bergerak. Pendataan ulang terkait kondisi rumah warga terdampak akan dilakukan. Nantinya tim akan mendeteksi berapa besaran anggaran yang dikeluarkan.

"Tidak semua mendapat bantuan penuh dalam rangka pembangunan rumah terdampak. Tim kami akan identifikasi ulang. Jika mampu akan dikerjakan mandiri, dan yang tak mampu akan mendapat bantuan," terang Bambang.

Sementara saat ini, pihaknya beserta perangkat daerah di Kabupaten Malang telah menyalurkan bantuan berupa sembako untuk kebutuhan masyarakat. Selanjutnya bantuan akan kembali disalurkan dalam bentuk lain sesuai dengan kebutuhan di lapangan.