Situasi Lanud Abdulrachman Saleh usai dihantam musibah angin kencang (Foto : PMI Kabupaten Malang for MalangTIMES)
Situasi Lanud Abdulrachman Saleh usai dihantam musibah angin kencang (Foto : PMI Kabupaten Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bencana hujan deras yang disertai hembusan angin kencang di Kabupaten Malang kembali terjadi. Selain menimbulkan kerusakan pada puluhan rumah warga, angin kencang juga berdampak pada kerusakan fasilitas publik. 

Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang, Mudji Utomo mengungkapkan, angin kencang yang terjadi Senin (2/12/2019) juga menyebabkan kerusakan pada beberapa bangunan dan fasilitas umum yang ada di kawasan Lanud (Landasan Udara) Abdulrachman Saleh di Kecamatan Pakis. 

Selain itu, sebanyak 60 rumah warga rusak, serta pohon dan tiang listrik tumbang akibat diterjang angin kencang di Kecamatan Singosari dan Jabung. 

"Berdasarkan pendataan terbaru, pohon serta sarana prasarana yang ada di Lanud Abdulrachman Saleh juga rusak setelah diguyur hujan deras yang disertai angin kencang,” kata Tomo kepada MalangTIMES, Selasa (3/11/2019).

Dari keterangan yang diterima MalangTIMES, sesaat sebelum musibah terjadi, tepatnya sekitar pukul 14.40 WIB, hujan deras mengguyur kawasan Lanud Abdulrachman Saleh. Tidak berselang lama, angin kencang juga melanda daerah tersebut. ”Dari data yang kami terima, kecepatan angin mencapai 60 hingga 72 knot,” terang Tomo.

Akibat kejadian ini, kaca tower pecah, plafon yang ada di ruang tunggu roboh, Glider (pesawat) rusak setelah tertimpa material bangunan, atap bangunan rusak, hingga pagar sepanjang 1 kilometer (Km) roboh.

”Selain merusak bangunan dan pesawat, beberapa pohon yang ada di kawasan bandara juga roboh,” sambung Tomo.

Tercatat, pepohonan yang roboh tersebut sempat menimbulkan kemacetan akibat menutup ruas jalan. ”Ada 4 titik jalan yang tertutup pohon, mulai dari akses di internal Lanud hingga fasilitas jalan umum menuju bandara juga sempat tertutup akibat pohon yang roboh setelah diterjang angin kencang,” jelas Tomo.

Meski menyebabkan beberapa bangunan dan pohon tumbang, petugas yang dikerahkan ke lokasi kejadian memastikan tidak ada korban jiwa atas insiden tersebut.

”Petugas masih di lokasi kejadian untuk melakukan assesment dan evakuasi bangunan yang rusak. Terkait berapa kerugian materiil yang disebabkan atas insiden ini, kami belum bisa memastikannya. Tunggu laporan selanjutnya, tim masih di lapangan,” ujar Tomo.

Seperti yang sudah diberitakan, musibah angin kencang juga terjadi di Kecamatan Singosari dan Jabung, Senin (2/11/2019). Akibat insiden tersebut, sedikitnya ada 60 rumah warga yang rusak.

Rinciannya, 6 bangunan rumah mengalami kerusakan parah, 12 sedang, dan 41 rumah mengalami kerusakan ringan setelah diterjang angin kencang. Sebanyak 59 rumah yang terdampak musibah ini, terjadi di Kecamatan Jabung. Sedangkan satu unit rumah yang rusak akibat tertimpa pohon dan tiang listrik, terjadi di Kecamatan Singosari.

”Atas kejadian rusaknya 60 rumah warga ini, tidak sampai menelan korban jiwa. Hanya kerugian materiil dan akses jalan yang sempat terhambat, setelah tertutup reruntuhan pohon dan tiang listrik,” tutup Tomo.