Ilustrasi penodongan (medaninside)
Ilustrasi penodongan (medaninside)

MALANGTIMES - Nahas betul nasib Rengga Hardiansyah (21) warga asli Kambitin Raya, Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan. Saat Duduk-duduk di bangku taman di kawasan Jalan Veteran Kota Malang pada pukul 01.00 wib 24 November lalu, dia malah merugi Rp 5 juta. Tak hanya merugi secara materi, dia juga mengalami sejumlah luka pada bagian tubuhnya.

Hal itu setelah Rengga melakukan perlawanan  dan menolak memberikan tas miliknya terhadap  tiga orang penodong yang mengincar harta korban yang disimpan di dalam tas korban.

Informasi yang diperoleh MalangTIMES, asal mula kejadian tersebut, saat korban bersama salah seorang temannya usai mencari makan dan kemudian berhenti di kawasan Jalan Veteran. Korban dan temannya kemudian duduk di bangku taman yang ada di sebelah sebuah penginapan syariah yang ada di kawasan Jalan Veteran.

Tak lama kemudian, muncullah tiga orang pria yang langsung menghampirj korban yang sedang duduk. Di situ, pelaku langsung menodongkan sebuah pisau ke arah perut korban. Selain itu pelaku kemudian langsung mengambil tas milik korban.

Tak terima tasnya diambil, korban selanjutnya langsung mencoba kembali mengambil tas miliknya yang dirampas pelaku. Pelaku kemudian menyerang korban dengan senjata yang ia bawa.

Akibatnya, korban mengalami luka tusuk pada pada punggung, telapak tangan sebelah kiri, luka sobek jari tengah dan telapak sebelah kanan. Selain itu, korban juga luka sobek pada pelipis dan hidung sebelah kiri.

Setelah menyerang korban secara membagi buta, selanjutnya para pelaku langsung kabur meninggalkan korbannya dengan membawa tas milik korban.

Sementara itu, mengenai kasus penodongan yang kemudian terjadi penusukan tersebut, tak lama usai kejadian, korban telah melaporkan kasusnya ke Polresta Malang Kota. Saat ini, kasusnya masih dalam penanganan dan penyedilikan petugas.

"Masih belum ada info (tertangkapnya pelaku)," ungkap Kasubag Humas Polresta Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni (2/12/2019).

Pihaknya kembali lagi juga mengimbau kepada masyarakat, agar selalu berhati-hati menghindari lokasi yang rawan maupun tempat yang sepi. Selain itu, pihaknya juga meminta masyarakat agar menghindari keluar rumah pada tengah malam, terlebih lagi pada kaum perempuan.