Suasana sosialisasi Millenial Job Centre di Bakorwil Malang, Senin (2/12) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Suasana sosialisasi Millenial Job Centre di Bakorwil Malang, Senin (2/12) (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Keberadaan anak muda masa kini, dituntut untuk semakin memahami digitalisasi. Inovasi dan kreativitas para kaum muda inilah yang menjadikan hal itu diseriusi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Salah satunya, dengan mengikuti program East Java Super Corridor (EJSC). Dengan banyaknya industri kreatif di era saat ini, platform dunia digital seperti YouTube, media sosial Instagram, Twitter, startup, dan lainnya itu menjadikan program EJSC untuk terus digencarkan melalui Millenial Job Centre (MJC).

Kepala Bakorwil III Jatim di Malang, Benny Sampirwanto mengatakan melalui MJC inovasi digitalisasi di era sekarang semakin ditingkatkan. Terlebih, hal itu disiapkan bagi anak-anak muda untuk bisa menyalurkan bakatnya dalam dunia kreatif yang identik dengan millenial. Ia menjelaskan dalam MJC tersebut akan ada monitoring, dan pemberian fasilitasi perizinan.

"Kita mempersiapkan adik-adik yang kerjanya sesuai passion, jadinya seperti freelance. Contohnya content writer, travel guide, videographer bagi adik-adik yang ingin meningkatkan pekerjaan di bidang milenial kita wadahi. Monitoring dalam dipertemukan dengan klien, bagi yang sudah berkompeten akan difasilitasi perizinanannya," ujarnya dalam Sosialisasi Millenial Job Centre di Bakorwil Malang, Senin (2/12).

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Malang Sutiaji menambahkan melalui program MJC generasi muda diproyeksikan untuk masa depan yang lebih jauh. Apalagi, Kota Malang telah mencapai banyak hal di bidang kreatif. Karenanya, di era perkembangan saat ini maka semuanya dituntut mengikuti era transparansi melalui digitalisasi.

"Ini yang harus disiapkan, apalagi Kota Malang menjadi salah satu daerah dengan aktivitas komunitas kreatif yang sangat tinggi. Maka bagaimana Kota Malang membentuk ekonsistem bagi tumbuh kembang ekonomi kreatif," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan jika dalam mencapai itu semua harus melalui arah kebijakan yang diterapkan di Kota Malang, salah satunya melalui infrastruktur yang mau kita bangun. Dengan jumlah komunitas kreatif yang mencapai 600 lebih di Kota Malang, pengembangan ekosistem ekonomi kreatif bisa dijalankan melalui kolaborasi, positioning sesuai potensi, dan realisasi komitmen sektor ekonomi kreatif.

"Banyak space yang kita siapkan, kolaborasi komunitas kreatif kita harus berjalan. Kalau industri berbasis kreatif yes, dia bisa mempunyai kecerdasan untuk merangkum semua potensi menjadi bidang-bidang kreativitas yang lebih baik. Maka bukan tidak mungkin Kota Malang akan menjadi kota produktif dan berdaya saing berbasis ekonomi kreatif serta keberlanjutan dan keterpaduan," ungkapnya.