Pencipta Cater Pillar Hydro, Muhammad Andika Yudha Harahap. (Foto: istimewa)
Pencipta Cater Pillar Hydro, Muhammad Andika Yudha Harahap. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Mesin pendingin makanan sudah tak asing lagi bagi masyarakat. Begitu pula dengan mesin penghangat makanan. Namun bagaimana jika dua fungsi tersebut dapat menjadi satu dalam satu alat?

Melalui tangan kreatifnya, mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) Muhammad Andika Yudha Harahap berhasil menciptakan Cater Pillar Hydro. Yaitu teknologi box pendingin sekaligus pemanas portabel dari modul TEG (Thermoelectric Generator) dan TEC (Thermoelectric Cooler) dengan sumber independen pengontrol suhu listrik dan otomatisasi.

"Bahan bakar berasal dari Graphene yang dapat dengan cepat meningkatkan kecepatan transfer elektron yang diperoleh dari tempurung kelapa," terang Andika.

Mesin yang dapat digunakan sebagai pemanas dan pendingin ini, memiliki berbagai keunggulan. Di antaranya portabel, tidak terlalu berpolusi, kontrol suhu otomatis. Selai itu, memiliki sumber listrik independen dari sel surya dan TEG, dengan kondisi pengisian terus menerus saat mesin dihidupkan.

"Sisi mesin yang lebih dingin dapat menurunkan suhu hingga 0° C dan sisi pemanas mesin dapat mencapai hingga 60° C. Waktu untuk mencapai suhu dingin dan pemanas sekitar 10 menit," paparnya.

Melalui alat tersebut, mahasiswa angkatan 2016 ini menyabet Gold Medal Presentation, Double Best Innovation Award from Iran and England (UK) dalam kategori Future Technology dalam ajang BIXPO (Energy Transition & Digital Transformation) 2019 yang diselenggarakan di Kimdaejung Convention Center, Gwangju, Korea Selatan, 6 hingga 8 November 2019 lalu.

Ia mengalahkan peserta lain yang berasal dari negara Eropa seperti USA, UK, Rusia, Iran, Korea, Turki, dan negara Asean lainnya.

Ia berharap, Catter Pillar Hydro dapat mempermudah masyarakat dalam menyimpan barang-barangnya terutama makanan dan minuman yang portabel, hemat energi, dan 2 in 1.

"Serta ramah lingkungan karena memanfaatkan karbon aktif dari tempurung kelapa yang dijadikan sebagai Grephene," pungkasnya.