Pelatihan untuk PPID desa di tahun lalu, dimana Diskominfo akan kembali membuat sistem informasi desa tahun depan (Nana)
Pelatihan untuk PPID desa di tahun lalu, dimana Diskominfo akan kembali membuat sistem informasi desa tahun depan (Nana)

MALANGTIMES - Usai dilantik pada akhir pekan kemarin, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malang Aniswaty Aziz menyampaikan wacana pembuatan Sistem Informasi Desa (SID). Dengan program tersebut, diharapkan berbagai informasi pemerintahan di Kabupaten Malang akan semakin update, cepat dan mudah diterima masyarakat.

Perempuan berhijab ini menyebut, telah memiliki beberapa rencana kerja ke depan. Salah satunya yakni SID yang nantinya menjadi ruang publikasi berbasis online terkait profil desa beserta berbagai keunggulan dan program yang ada.

"Rencana ke depan kita buat sistem informasi desa untuk 378 pemerintah desa. Diskominfo yang akan fasilitasi pembuatannya," ucapnya kepada media.

Rencana itu mendapat respons dari masyarakat. Pasalnya, wacana pembuatan SID sebenarnya sudah muncul sejak beberapa tahun lalu. Bahkan, sebagain program sudah dilakukan oleh Diskominfo kepada 378 desa. 

Bentuknya, berupa pelatihan website pemdes. Juga pembentukan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dengan koordinator sekretaris desa (desa). Artinya, rencana pembuatan SID membuat program yang telah berjalan di tingkat desa, akan kembali ke titik nol. 

Meskipun tidak dipungkiri, kondisi teknologi informasi di seluruh desa Kabupaten Malang, belum secara maksimal dijadikan alat bantu. Baik dalam memperkenalkan potensi, wadah transparansi, maupun sebagai ruang interaksi pemdes dengan masyarakatnya.

"Itu rencana yang sudah lama berjalan walau belum maksimal dengan berbagai kendala yang ada di tubuh pemdes. Jadi, kalau menurut kami sih lebih baik program itu dikuatkan saja. Enggak usah dibuat lagi," ucap Roni Setyawan, warga di wilayah Kepanjen yang juga pemerhati IT, Senin (2/12/2019).

Roni melanjutkan, lebih baik Diskominfo fokus pada berbagai terobosan baru digitalisasi ditingkat OPD Kabupaten Malang. Khususnya, yang berhubungan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat. Misalnya membantu penuh untuk membuat berbagai aplikasi pelayanan kependudukan, perpajakan, kesehatan serta lainnya.

"Masukan kita ke sana. Misal yang kita dengar Diskominfo kerjasama dengan dinas kependudukan untuk aplikasi Malangkab Tanggap. Ini yang harus terus dimasifkan Diskominfo. Sedang untuk desa, Diskominfo bisa lebih mengurai kendala SID dan memberikan solusi tepatnya," urai Roni.
 

Masukan lain pun mengalir dari tubuh ASN Kabupaten Malang, khususnya mengurai sulitnya masyarakat mengakses berbagai program kedinasan. Salah satu kendala yang dialami masyarakat saat mengakses website Pemkab Malang yang dikelola Diskominfo, yakni soal konektivitas yang lambat alias lemot. 

"Kita kerap dapat komplain masyarakat terkait itu. Susah masuk situs, loading-nya lemot sekali. Kita enggak bisa apa-apa, karena situs OPD yang pegang Diskominfo," ucap salah satu operator di lingkungan OPD Kabupaten Malang yang tak berkenan disebut namanya itu.

Berbagai masukan itu tentunya sangat konstruktif bagi Diskominfo. Sehingga bisa dijadikan program kerja prioritas di tahun depannya. Sedangkan untuk SID yang juga penting, dinas di bawah kepemimpinan Aniswaty, bisa memberikan solusi tepat bagi pemdes yang terkendala berbagai persoalan untuk memaksimalkan situsnya. Baik kendala jaringan sampai dengan persoalan sumber daya manusia yang ada di pemdes.