Foto Dokumentasi MalangTIMES
Foto Dokumentasi MalangTIMES

MALANGTIMES - Pertumbuhan toko modern di berbagai kota besar termasuk Kota Malang terbilang sangat menggeliat. Hal itu menyusul semakin mudahnya urusan izin yang dibuat oleh pemerintah pusat melalui Online Single Submission (OSS).

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, kemudahan izin melalui OSS dalam satu sisi sangat menguntungkan iklim investasi di Kota Malang. Namun di sisi lain masih dinilai belum mengatur lokal genius di masing-masing daerah. Salah satunya berkaitan dengan pertumbuhan toko modern itu sendiri, yang tak jarang memberatkan masyarakat dan pasar tradisional.

"Karena OSS tak mengatur jarak atau radius antara toko modern dan pasar tradisional. Ini yang menjadi masalah," katanya pada wartawan belum lama ini.

Menurutnya, dalam satu tahun terakhir sudah banyak pengajuan izin toko modern melalui OSS. Namun izin tersebut terpaksa ditahan lantaran Pemkot menilai perlu ada aturan yang tak memberatkan pengusaha dan masyarakat. Sehingga perekonomian masyarakat terus berjalan.

"Hal itu sudah kami komunikasikan dengan pemerintah pusat. Karena bagaimana pun juga daerah yang lebih paham kondisi di daerah. Namun di satu sisi kami juga diminta untuk menudahkan investor menanamkan modal," terang pria berkacamata itu.

Saat ini, menurutnya Kota Malang telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Perindustrian dan Perdagangan. Perda tersebut salah satunya mengatur tentang pola industri dan perdagangan dalam berbagai cakupan. Tanpa kecuali berkaitan dengan pendirian toko modern.

Perda tersebut nantinya akan kembali diatur melalui Peraturan Wali Kota Malang yang nerinci permasalahan lebih spesifik. Termasuk di dalamnya mengatur jarak pendirian toko modern dan pasar tradisional.

"Perwal akan segera disahkan, saat ini bagian hukum sudah menyusun," terang dia.

Sehingga, dia meminta pengertian masyarakat terkait dengan keberadaan toko modern yang menjamur. Sebab sebelumnya masih belum ada aturan yang mengikat seiring dengan diberlakukannya OSS. Setelah Perwal dirampungkan, dia berjanji akan menegakkan aturan yang ada.