Ilustrasi macet
Ilustrasi macet

MALANGTIMES - Sebagai salah satu kota terbesar di Jawa Timur, aktivitas berkendara di Kota Malang terbilang sangat tinggi. Bahkan, dalam beberapa survei, disebutkan bahwa kemacetan di Kota Malang ini lebih parah dibandingkan Surabaya dan daerah metropolis lainnya.

Sehingga tak heran,  masalah kemacetan selalu banyak dikeluhkan masyarakat. Wali Kota Malang Sutiaji pun menegaskan, kemacetan menjadi prioritas pembangunan yang akan ia lakukan bersama Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko pada 2020 mendatang. "Mau tak mau, 2020 harus dilakukan perbaikan dan pelebaran di banyak titik," katanya.

Beberapa simpang jalan yang menjadi prioritas untuk segera dilebatkan antara lain Simpang Lima Candi Panggung, simpang Sardo, simpang Mergan, simpang Klayatan, simpang Wisnuwardhana, dan simpang Bandulan.

"Termasuk pelebaran jalan di Sigura-gura. Juga di kawasan Tlogomas dan Tunggulwulung," ungkap pria berkacamata itu.

Rencana pelebaran di beberapa titik itu sudah dimatangkan melalui berbagai kajian. Pembebasan lahan bahkan sudah dimulai dalam APBD-Perubahan 2019 dan akan dilanjutkan pada 2020 mendatang.

Upaya pelebaran jalan itu dilakukan lantaran Kota Malang belum pernah membuat jalan baru. Sementara jumlah kendaraan yang masuk terus bertambah dari tahun ke tahun.

Dari data yang pemkot miliki, jumlah kendaraan -roda empat dan roda dua- di Kota Malang terus bertambah sejak 2012. Sebanya  858.666 kendaraan tercatat pada 2012, dan naik menjadi 895.556 pada 2013. Angka itu terus bertambah menjadi 898.556 pada 2014 dan 943.156 pada 2015.  Selanjutnya jumlah kendaraan di Kota Malang mencapai 1.045.380 pada 2016.

Selain itu, dengan dibukanya tol Malang-Pandaan (Mapan), jalan di Kota Malang harus ditata untuk mampu menunjang setiap aktivitas berkendara. Sehingga kemacetan tak bertambah parah seiring dibukanya tol Mapan yang akhir tahun ini ditarget rampung dikerjakan.