Mobil Pajero Sport warna putih bernopol N 1944 AF yang menabrak dua tukang sampah (ist)
Mobil Pajero Sport warna putih bernopol N 1944 AF yang menabrak dua tukang sampah (ist)

MALANGTIMES - Pengemudi Pajero maut bernopol N 1944 AF yang menabrak dua tukang sampah, yakni Mukidi (62) dan Bambang (30) hingga hilang nyawa di Jalan Mayjend Sungkono, depan Telecenter (29/11/2019), terdeteksi seorang perempuan berusia muda sekitar 18 tahun. Perempuan tersebut berinisial KAP, warga Perum Puri Cempaka Putih II BI-7.

Dari informasi yang diperoleh MalangTIMES, jika KAP merupakan putri dari seorang anggota Partai berlambang Pohon Beringin di Kota Malang yang juga seorang kontraktor berinisial RN. Di dalam partai, jabatan RN sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu.

Warga sekitar yang enggan menyebutkan namanya juga membenarkan jika KAP merupakan anak dari RN, begitupun Kanit Laka Polresta Malang Kota yang membenarkam jika pengemudi yang menabrak berinisial KAP dan merupakan anak dari RN.

"Pengemudi Pajero yang menabrak berinisal KAP warga Kedungkandang salah satu perumahan. Yang bersangkutan ini anak pemilik mobilnya. Saat itu dia mengendarai mobil bersama temannya juga seorang wanita," jelas Kanit Laka Iptu Deddy Catur. 

MalangTIMES sempat mendatangi kediaman RN di Perumahan Puri Cempaka Putih untuk mengonfirmasi mengenai kasus tabrak lari tersebut. Di sana, rumah RN tak jauh masuk dari pintu utama perumahan Puri Cempaka Putih. Posisi rumah RN berada di pojok dekat perempatan dengan ciri rumah tersebut memiliki dua lantai.

Di situ nampak rumah besar dan mewah itu terlihat begitu megah terlihat dari luar, ditambah lagi dengan hiasan tanaman pada taman menambah kesan mewah di rumah tersebut. Di sana, tak sembarang orang bisa masuk. Sebab  di xekeliling rumah juga dikelilingi pagar yang tinggi dan kokoh.

Saat MalangTIMES mencoba mengetuk dan mengucapkan salam guna mengonfirmasi perihal kecelakaan tersebut, tak kunjung juga mendapatkan jawaban dari penghuni rumah. Meskipun beberapa kali MalangTIMES mengetuk pintu pagar dan mengucapkan salam, lagi-lagi tak ada respon.

Situasi rumah terlihat dari luar memang nampak sepi dari aktifitas. Namun beberapa jendela rumah nampak terbuka, menandakan jika terdapat penghuni di dalamnya.

Sementara itu, salah satu warga sekitar membenarkan jika sehari sebelumnya terdapat anggota polisi yang berada di sekitar lokasi rumah RN guna melakukan penyelidikan mengenai kasus kecelakaan maut di Jalan Mayjend Sungkono.

"Kemarin memang banyak polisi di situ, nyari pak RN sama anaknya mbak K. Cuma nggak ketemu. Setelah itu sempat nemui pak RT titip pesan supaya nanti datang ke kantor Polisi.  Tapi setelah dibilangin nggak lama langsung ke kantor polisi. Tapi kalau sekarang nggak tau orangnya ada atau nggak," jelas salah seorang warga sekitar yang enggan menyebutkan namanya.