Kondisi sepeda korban yang remuk setelah jadi korban tabrak lari. Di situ juga ada serpihan bodi mobil yang tertinggal usai kejadian kecelakaan.(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kondisi sepeda korban yang remuk setelah jadi korban tabrak lari. Di situ juga ada serpihan bodi mobil yang tertinggal usai kejadian kecelakaan.(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kasus tabrak lari yang terjadi di Jalan Mayjen Sungkono yang menewaskan seorang bapak dan anak pada Jumat (29/11) sekitar pukul 05.00 saat ini masih dalam penyelidikan Unit Laka Polresta Malang Kota. Polisi melakukan upaya pelacakan dengan mencari rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Diduga mobil penabrak tersebut berjenis mobil besar seperti Fortuner. Hal itu diketahui dari hasil temuan serpihan  bumper bagian kiri mobil yang  tertinggal di lokasi usai  tabrakan.

Kanit Laka Polresta Malang Kota Iptu Deddy Catur membenarkan bahwa memang kini pihaknya tengah berupaya melakukan pengejaran terhadap pelalu tabrak lari. "Mohon doanya. Anggota laka masih lidik di lapangan," ucapnya (29/11/2019).

Saat ini, pecahan bumper mobil bagian roda sebelah kiri tersebut bersama sepeda BMX milik korban yang roda belakangnya remuk tak berbentuk telah diamankan di kantor Unit Laka Polres Malang Kota. Sementara gerobak sampah yang sebelumnya didorong korban dan dalam kondisi hancur  tergeletak di TKP.

Selain bagian bumper kiri ban mobil, juga ditemukan bagian  lampu depan  bawah mobil. Benda itu juga identik dengan mobil besar sejenis Pajero atau Fortuner.

Sebelumnya diberitakan, dua orang laki-laki tukang sampah menjadi korban tabrak lari di Jalan Mayjen Sungkono saat akan mengambil sampah di kawasan Kedungkandang. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 WIB.

Saat itu, korban Mukidi (62) bersama sang anak, Bambang (30), warga Jalan Mayjend Sungkono Gang 6 RT 3 RW  1, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, beriringan dari arah utara  untuk mengambil sampah. Namun sekitar 100 meter dari GOR Ken Arok, kedua korban diduga ditabrak mobil tak dikenal hingga terpental masuk ke dalam saluran air.

Kedua korban meninggal dunia di lokasi. Di saluran air, Bambang terlihat dalam kondisi kepala berdarah dengan badan yang tertekuk karena sempitnya saluran air. Sementara sang ayah  dalam posisi tengkurap.