Barang kena cukai hasil penindakan di wilayah Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. (dok MalangTIMES)
Barang kena cukai hasil penindakan di wilayah Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. (dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - Masih tingginya produksi dan peredaran rokok ilegal di Kabupaten Malang membuat Sekretaris Daerah (Sekda) Didik Budi Muljono pun angkat bicara. Mantan inspektur Kabupaten Malang ini melontarkan pernyataan tegas bahwa Pemkab Malang beserta kepolisian dan pihak Bea Cukai Malang bersiap gempur rokok ilegal.

“Kami siap lakukan sidak ke berbagai wilayah yang diindikasikan jadi ruang peredaran rokok ilegal atau pun barang kena cukai lainnya," tandas Didik Budi, Jumat (29/11/2019) kepada MalangTIMES.

Pernyataan Didik Budi ini juga sempat dilontarkan sekitar sepekan lalu dalam acara sosialisasi terkait pencegahan rokok ilegal di Kabupaten Malang. Dia juga mengatakan, pemerintah siap untuk terus melakukan perang terhadap produksi dan peredaran rokok ilegal yang secara langsung telah merugikan keuangan negara dan masyarakat.

“Rokok ilegal bukan hanya merugikan negara tapi juga masyarakat. Dana bagi hasil dari cukai tembakau yang seharusnya diterima masyarakat sasaran menjadi berkurang. Artinya, akan ada kegiatan untuk masyarakat yang juga terkurangi,” urai Didik Budi yang kembali menegaskan Pemkab Malang siap untuk terus menyisir para pelaku rokok ilegal.

Sebelumnya, hanya dalam satu hari dan di satu lokasi operasi, yaitu di Kecamatan Bantur, petugas Bea Cukai Malang mampu mengamankan puluhan ribu batang rokok ilegal. Tepatnya. petugas bidang kepabeanan dan cukai mampu mengamankan 64.400 batang rokok ilegal atau 3.280 bungkus rokok jenis sigaret kretek mesin tanpa pita cukai, Kamis (28/11/2019) kemarin.

Hal ini dibenarkan Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Malang Surjaningsih. Dia menyampaikan, petugas mengamankan barang kena cukai berupa hasil tembakau jenis sigaret kretek mesin. Berbagai merek tanpa dilekati pita cukai dari tiga toko yang berada di Bantur.

“Petugas amankan sebanyak 64.400 batang rokok ilegal. Selain itu, kami tempelkan stiker bertuliskan gempur rokok ilegal di toko-toko yang kami datangi di wiilayah itu,” ucapnya yang juga menyebut kerugian negara dari operasi itu mencapai Rp 30.400.986.

Seperti diketahui, tahun 2019 sampai bulan September. telah dilakukan penindakan sebanyak 191 kali atas barang kena cukai. Kerugian negara dari penindakan tersebut mencapai Rp 4,2 miliar. Angka itu  akan terus merangkak naik dengan semakin digalakkannya operasi dan komitmen pemerintah daerah untuk melakukan gerakan gempur rokok ilegal dan barang kena cukai lainnya sampai tutup tahun.