Tangkapan layar trending topik Indonesia hari ini (Twitter)
Tangkapan layar trending topik Indonesia hari ini (Twitter)

MALANGTIMES - Partai besutan Prabowo Subianto sedang dilanda badai. Ribuan warganet menyerbu Gerindra dikarenakan cuitannya di Twitter terkait LGBT. Melalui akun resminya @Gerindra sempat menuliskan dukungannya atas kaum LGBT dalam menyuarakan haknya untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak di Indonesia.

Misalnya, Gerindra tak setuju dengan adanya keputusan penolakan Kejaksaan Agung terhadap CPNS dengan orientasi seksual LGBT.

"Yang terhormat @KejaksaanRI, kami tak setuju dengan keputusan penolakan Kejaksaan Agung terhadap Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan orientasi seksual LGBT," cuit @Gerindra.

Cuitan itulah yang membuat warganet pun menyerbu @Gerindra dan mengusung tagar #ShameOnYouGerindra yang kini sudah mengumpulkan 4.023 percakapan. Serta jadi salah satu topik yang jadi trending topik Twitter di Indonesia sampai Jumat (29/11/2019).

Akun @liem_id menuliskan, "Presiden eks negara komunis sahkan UU anti gay. Partai yg didukung Umat di Negara yg berdasar Ke-Tuhanan Yang Maha Esa malah koar2 bela hak LGBT ? Diingetin ngeyel pula..!!! #ShameOnYouGerindra," cuitnya sambil membandingkan Rusia di bawah Presiden Putin yang telah mensahkan UU Anti Gay.

Warganet lainnya pun menuliskan, bahwa Gerindra melakukan blunder terkait persoalan LGBT. Sehingga banyak warganet mengucapkan selamat tinggal untuk rival terberat PDI-Perjuangan dalam dua kali Pilpres.

PariAgoes, "Simpatisan satu2 pada ngucapin sayonara dan penyesalan, admin @Gerindra pun masih ngeles dengan alasan2. Makin lama maka kerugian gerindra semakin besar. Moga twit kontroversi segera dihapus," cuitnya.

Beberapa lainnya meminta adanya klarifikasi dari Prabowo dan Sandiaga terkait cuitan admin Gerindra yang ramai dipersoalkan warganet. @V3lias, misalnya, mencuitkan hal itu. "Sebelum bobo, menyapa Pak @prabowo dan @sandiuno mohon koreksinya mengenai pernyataan @Gerindra..." ujarnya.

Ribuan warganet terus mengalirkan dan mengusung #ShameOnYouGerindra dikarenakan bantahan atau sanggahan dari admin Gerindra dalam menyikapi kontroversi cuitannya.

Dimana, secara panjang lebar @Gerindra memberikan klarifikasinya di tengah berbagai hujatan warganet itu. Beberapa cuitan itu adalah sebagai berikut :

"Terkait dengan ramainya perdebatan tentang LGBT dan terjadinya multitafsir terkait pernyataan twit kami yang banyak diambil secara tidak lengkap, serta dipelintir oleh oknum. Disini kami akan menyampaikan bahwa;

1. Partai Gerindra tidak mendukung segala bentuk perilaku LGBT.

2. Berdasarkan amanat Undang-Undang, Partai Gerindra menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan layak.

3. Partai Gerindra meminta Pemerintah dan instansi terkait segera membuat payung hukum yang jelas untuk bagaimana menjustifikasi seseorang berperilaku LGBT atau tidak.

4. Partai Gerindra meminta dan mendukung semua pihak untuk melakukan pencegahan LGBT sejak dini mulai dari lingkungan masyarakat hingga di area pendidikan seperti di sekolah-sekolah, dengan melibatkan tokoh agama dan para ahli dibidang kesehatan." cuitnya.

Tak hanya itu @Gerindra menegaskan, "Dengan tujuan masyarakat dapat pemahaman sejak dini bahwa perilaku LGBT adalah perilaku yang bertentangan dengan berbagai norma dan juga mempunyai dampak buruk bagi kesehatan," tulisnya.
Tapi, apa lacur?

Warganet tetap menyerbu Gerindra dan meminta postingannya dihapus dan meminta maaf kepada publik. Seperti yang diwakili oleh @Rasyeed3 :"Min baiknya istirahat dulu,... tak perlu ngeyel.lagi,... renungkan sekali lagi betapa bahaya LGBT,.... kl memang salah minta maaf ,.. cabut pernyataan sebelumnya, .." cuitnya.

Ada pula yang sepakat erkait klarifikasi Gerindra atas hal itu, tapi dengan beberapa catatan.

"Tuit loe: 

no.1 . Gua sepakat.

No. 2. Sepakat dengan catatan, tidak membabibuta. Tempatkan sesuatu pd tempatnya. PNS itu Pegawai/Pejabat Negara di semua level masing, sebagai pejabat publik yg hrs jg jadi contoh. Bagaimana mungkin Pejabat Negara mengidap LGBT. Herman gw," tulis @TuanGuruBatang2.

Cuitan lainnya juga memberikan alternatif terkait fenomena LGBT, sehingga tak terjebak juga dalam kemarahan kepada Gerindra. Seperti yang dituliskan @RusdiAdabi.

"Rame tagar #ShameOnYouGerindra tentang LGBT ini, membuat sy berpikir bahwa banyak anak bangsa yang mengaku Pancasila tapi ternyata Intoleran. Jika itu dianggap penyakit maka sembuhkanlah, jika itu dianggap melanggar norma maka arahkanlah. Intinya DISEMBUHKAN BUKAN DIKUCILKAN," cuitnya.

@ilhamsm07 juga berpandangan beda dengan warganet lainnya terkait LGBT. "Terlepas dari pengalihan isu perpajang SKT FPI pernyataan Gerinda soal persamaan hak dan akses kaum LGBT untuk mendapatkan PEKEKERJAAN menurut saya sangat rasional dan manusiawi," cuitnya.