UIN Malang perluas kerja sama dengan Hiroshima University. (Foto: istimewa)
UIN Malang perluas kerja sama dengan Hiroshima University. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Terhitung sudah tahun ketiga Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) bekerja sama dengan Hiroshima University. Keduanya terikat dalam Mobility Program. Yakni program untuk mahasiswa dan riset.

Setiap tahunnya, UIN Malang mendapat jatah dari Hiroshima University untuk mengirim sekitar 6 sampai 8 mahasiswa dari Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) yang didampingi dengan satu dosen untuk mengikuti Sakura Program.

"Itu program semacam pengenalan banyak hal yang ada di Jepang yang dilakukan oleh universitas-universitas di Jepang sana kepada mahasiswa- mahasiswa asing," terang Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Saintek, Dr Anton Prasetyo MSi kepada MalangTIMES.

Banyak sekali peserta dalam Sakura Program tersebut. Dan UIN Malang diberikan slot sekitar 6 sampai 8 mahasiswa tersebut.

Nah, pekan-pekan ini, salah satu PIC Hiroshima University itu datang ke Malang. Salah satu kegiatannya adalah memberikan kuliah tamu di UIN Malang.

Bersamaan dengan itu, UIN Malang dan Hiroshima University memperluas kerja samanya. Jika selama ini hanya mengirim mahasiswa, ke depan UIN Malang juga akan mengirimkan dosen-dosennya ke Jepang.

"Kayaknya sudah dapat lampu positif. Bisa mengirim dosen untuk mengikuti short course di sana sekitar 2 pekan sampai dengan 3 pekan," timpalnya.

Dalam program ini, UIN Malang akan mengirim 4 sampai 5 dosen-dosen muda dari Fakultas Saintek ke Hiroshima University tahun depan.

Hiroshima University sendiri termasuk salah satu dari top ten atau universitas terbaik di Jepang. Untuk itu, diharapkan dengan mengirimkan dosen ke sana maka akan bermanfaat bagi perkembangan akademik Fakultas Saintek UIN Malang.

"Dosen bisa belajar banyak hal terkait dengan metode penelitian dan yang lainnya sehingga nanti waktu kembali ke Malang paling tidak punya skill-skill yang itu nanti akan sangat bermanfaat bagi pengembangan akademik Fakultas Saintek," paparnya.

Untuk ke depannya, Anton mengaku akan mencoba melibatkan fakultas-fakultas lain dalam kerja sama tersebut.

"Untuk sementara kerja sama ini ada di Saintek. Untuk ke depannya kami mencoba untuk melibatkan fakultas-fakultas yang lain dalam program ini," pungkasnya.