Zia Ulhaq menyampaikan target kader terbaik dari partai Gerindra bisa berkompetisi di Pilkada 2020 datang (Nana)
Zia Ulhaq menyampaikan target kader terbaik dari partai Gerindra bisa berkompetisi di Pilkada 2020 datang (Nana)

MALANGTIMES - Setelah membuka penjaringan dan pendaptaran bakal calon bupati dan wakil bupati di Pilkada 2020 datang, beberapa waktu lalu, Partai Gerindra Kabupaten Malang, telah ancang-ancang mempersiapkan target besarnya. Yakni, kader terbaik partai Gerindra bisa mengikuti kontestasi Pilkada 2020.

Target itu tentunya mensyaratkan adanya koalisi dengan partai politik lain dikarenakan Gerindra hanya mampu meraih 7 kursi di parlemen tahun 2019. Sehingga tak bisa untuk mengusung calonnya sendirian dalam Pilkada 2020.

Kondisi ini pula yang disadari oleh Gerindra untuk aktif melakukan berbagai komunikasi politiknya terhadap parpol lain yang sama-sama meraih kursi di bawah yang dipersyaratkan aturan untuk dapat mengusung pasangan calonnya di Pilkada 2020.

"Kita sadar itu sehingga kita aktifkan komunikasi politik kita ke partai lainnya. Selain melakukan penjaringan dan pendaftaran untuk Bacalon bupati dan wakil bupati. Walau sampai saat ini belum ada parpol yang dipastikan akan berkoalisi dengan kita," ucap Zia Ulhaq politisi Gerindra Kabupaten Malang, Kamis (28/11/2019).

Walau belum memastikan akan berkoalisi dengan parpol lainnya, Zia yang berada di Komisi I DPRD Kabupaten Malang ini, optimis dengan peluang Gerindra di Pilkada 2020. Sehingga target untuk mengusung calon dari Gerindra sendiri di tetapkannya dalam menghadapi konestasi 5 tahunan ini.

"Kita punya kader terbaik, seperti Chusni Mubarok (Ketua DPC Gerindra Kabupaten Malang) maupun Moreno (anggota DPR RI kedua kalinya). Keduanya kader terbaik kita untuk bisa dicalonkan dari Gerindra," ujarnya kepada MalangTimes.

Selain dua kader terbaiknya, beberapa kalangan dari unsur akademisi, praktisi, organisasi masyarakat, dan tokoh masyarakat di Kabupaten Malang pun telah melakukan berbagai komunikasi untuk mendaftarkan diri melalui partai Gerindra. Sehingga hal itu memperlihatkan, bahwa Gerindra masih dipercaya untuk dijadikan kendaraan politik mereka dalam Pilkada 2020 datang.

"Sudah ada yang intens berkomunikasi untuk itu. Jadi kita optimis dengan target kita tahun depan untuk mengusung kader-kader terbaik kita nantinya bisa berkompetisi di pilkada," ujar Zia.

Lantas, parpol manakah yang akan digandeng dan berkoalisi untuk mewujudkan target Gerindra ke depannya?

Secara hitung-hitungan kursi, Gerindra bisa saja merangkul parpol dengan perolehan kursi terkecil. Seperti PPP (2 kursi), Hanura dan Demokrat yang hanya punya 1 kursi masing-masing. 

Sehingga bisa mengusung calonnya dalam Pilkada 2020. Sedangkan, untuk berkoalisi dengan Golkar yang memiliki 8 kursi serta telah menggaungkan calonnya sendiri sebagai N-1 yaitu Siadi, maka kader Gerindra harus rela jadi N-2.

Skenario lainnya adalah dengan NasDem yang memiliki jumlah kursi yang sama dengan Gerindra, yaitu 7. Tapi tentunya akan alot juga saat menentukan kader siapakah yang nanti bisa rela untuk jadi N-2 nya.

Tapi politik itu cair dan mudah berubah. Begitulah realitas dunia politik yang serba mungkin terjadi secara cepat. Hal ini juga dibenarkan oleh Zia yang menyampaikan, bahwa politik memang bisa cepat sekali perubahannya.

"Karena itu, kita belum bisa jawab dengan siapa kita nanti berkoalisi. Yang pasti kita terus lakukan komunikasi dengan parpol lainnya," ujarnya.

Disinggung kapankah calon dari Gerindra akan diumumkan kepada masyarakat, Zia mengatakan, pihaknya menunggu terlebih dahulu partai-partai besar.

"Kita tunggu dulu partai besar umumkan calonnya. Baru kita ikuti untuk langkah itu ke depannya," pungkasnya.