Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Di era industri 4.0 ini, koperasi menghadapi tantangan yang besar. Sebab meski koperasi sudah lama berdiri dan diharapkan menjadi sumbu ekonomi Indonesia, faktanya, koperasi belum menjadi kuat.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki saat ditemui dalam International Halal Festival di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya (UB), Rabu (27/11/2019).

"Apalagi sekarang menghadapi persaingan dengan korporasi yang jauh lebih pesat," ungkapnya kepada awak media.

Koperasi dituntut harus beradaptasi dengan era industri 4.0. Jika tidak, jelas, koperasi akan tergilas oleh perubahan zaman yang semakin dinamis. Untuk itu, kata Teten, perlu ada redesain koperasi.

"Ini perlu ada redesain koperasi. Termasuk penerapan teknologi supaya koperasi bisa lebih cepat dalam pelayanan terhadap anggota. Digitalisi koperasi mau tidak mau harus dilakukan," tegasnya.

Namun demikian, Teten mengungkapkan ada kendala regulasi yang belum memungkinkan koperasi menuju digitalisasi tersebut.

"Memang ada kendala regulasi yang belum memungkingkan digitalisasi koperasi itu. Terutama dalam pengambilan keputusan anggota, misalnya. Itu kita sudah bahas di rapat kabinet yang lalu soal kemudahan-kemudahan bagi koperasi untuk masuk ke digitalisasi," paparnya.

Ia menambahkan, eksistensi koperasi harus didukung dengan perekonomian rakyat yang kuat. Sektor riil dinilai dapat mendongkrak eksistensi koperasi lagi jika saling dikaitkan.

"Di negara-negara maju yang kuat itu basisnya adalah di sektor riil. Nah di kita ini justru koperasi di sektor riil tidak terlalu kuat," tandasnya.