Destinasi Kampung Tematik di Kota Malang, Siap Menuju Malang Tourism Hub

Nov 28, 2019 08:43
Suasana Rakortek Penanaman Modal dan Kepariwisataan di Balai Kota Malang (Foto: Istimewa)
Suasana Rakortek Penanaman Modal dan Kepariwisataan di Balai Kota Malang (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Mewujudkan sebuah kota menjadi Tourism Hub atau Pusat Pariwisata memang bukan perkara mudah. Namun, dengan perkembangan destinasi wisata di Kota Malang bukan tidak mungkin hal itu akan segera bisa terwujud.

Terlebih, saat ini Kota Malang memiliki beragam destinasi wisata tematik yang tengah mumpuni dan menjadi jujugan wisatawan asing maupun daerah. Diantaranya, Kampung Budaya Polowijen, Kampung Warna-Warni Jodipan, Kampung Tridi, Kampung Biru Arema, Kampung Heritage Kayu Tangan, Kampung Makam Gribig, Kampung Koeboeran Londo, dan masih banyak lainnya.

Baca Juga : Curhat Pelaku Pariwisata ke Menteri Pariwisata Wishnutama, Seperti Apa ?

Keberadaan kampung tematik ini mampu menyumbangkan destinasi wisata yang dapat menjadi Tourism Hub, dimana hal itu dapat menumbuhkan ekosistem pariwisata di Kota Malang.

Direktur Kerjasama dan Pengembangan Badan Usaha Kepakaran UB, Maulina Pia Wulandari menyatakan potensi besar yang ada di Kota Malang dapat berjalan jika perencanaan manajemen kepariwisataan terbangun dengan analisis yang baik. Setidaknya ada tujuh strategi pemasaran kepariwisataan yang dijadikan acuan apabila ingin mewujudkan Malang Tourism Hub.

Yakni, membangun identitas tempat wisata, merumuskan unique selling proposition (USP), menentukan target market dan target audience, rumuskan positioning, membangun brand (branding), menetapkan harga, membangun strategi komunikasai terpadu.

"Seringkali strategi branding dan promosi pariwisata Kota Malang tidak bisa terpadu dan komprehensif. Paling tidak tujuh komponen tersebut bisa dijalankan, salah satunya dengan branding. Maka identitas kita akan lebih mudah dikenal. Selain itu, kita juga harus memiliki strategi bagaimana memasarkan produk kita agar lebih dikenal masyarakat," ujar dia saat Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Penanaman Modal dan Kepariwisataan di Balai Kota Malang, Rabu (27/11).

Wanita yang juga menjabat sebagai Dosen Ilmu Komunikasi di UB itu memaparkan, tumbuh kembang kampung tematik di Kota Malang yang menjamur seakan telah menunjukkan eksistensi diri. Namun, hal itu juga harus memiliki keunggulan yang itu bisa dilakukan dengan sinergitas antara pemerintah daerah, masyarakat, pelaku industri pariwisata dan akademisi.

"Kalau kita mau jadi Tourism Hub dalam ekosistem pariwisata menurut saya harus banyak perbaikan yang real terutama pada hal-hal yang membuat reputasi negatif Kota Malang. Harus ada sinergi yang sama, sehingga tidak asal bikin program supaya ada kegiatan, tapi harus sesuai dengan tujuan perencanaan manajemen pariwisata Kota Malang," tandasnya.

Baca Juga : Stop Dulu Liburannya, Wisata Gunung Bromo Tutup Total Imbas Covid-19

Tak hanya itu, Kasi Promosi Disbudpar Kota Malang, Agung H Buana menambahkan dalam Tourism Hub semua elemen terkait kebutuhan wisata dihadirkan. Seperti, tempat-tempat wisata dari berbagai situs warisan budaya. Kemudian melalui kampung-kampung tematik yang bisa dikolaborasikan untuk menciptakan iklim pariwisata yang sehat.

"Dalam pengenalan pariwisata juga harus memenuhi beberapa unsur yaitu keamanan, kestabilan, kemudahan, keuntungan dan ketersediaan. Jika unsur-unsur ini dapat dicapai pariwisata kita akan menjadi maju," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Forkom Pokdarwis se Kota Malang Isa Wahyudi menyampaikan adanya kampung tematik di Kota Malang masih dibutuhkan langkah strategi khusus menuju Tourism Hub. Fasilitas penunjang saat ini dirasa masih diperlukan dalam menumbuhkembangkan potensi wisata di masing-masing wilayah. Karenanya, besar harapannya kepada pemerintah daerah guna memberikan sarana prasarana mumpuni untuk menjadi penguat bidang pariwisata di Kota Malang.

"Kita memiliki sekitar 20-an Kampung Tematik, yang masing-masing memiliki masalah tersendiri perihal sarana prasarana. Karena itu besar harapan kami kiranya pemerintah daerah dapat mencurahkan perhatiannya, sehingga kami dapat menjadi etalase dan pilar penyangga dalam ekosistem kepariwisataan di Kota Malang," jelas pria yang akrab disapa Ki Demang itu.

Topik
Destinasi Kampung Tematikkampung tematik di Kota MalangMalang Tourism HubPusat PariwisataDisbudpar Kota Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru