Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat bersalaman dengan salah satu balita dalam kunjungannya ke Desa Tangkilsari Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang (Pipit Anggraeni/ MalangTIMES).
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat bersalaman dengan salah satu balita dalam kunjungannya ke Desa Tangkilsari Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang (Pipit Anggraeni/ MalangTIMES).

MALANGTIMES - Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin targetkan angka stunting turun di bawah 20 persen selama lima tahun ke depan. Berbagai program yang direncanakan pun ia harapkan dapat diterapkan oleh seluruh daerah di Indonesia.

Hal itu disampaikan saat usai meninjau pencegahan stunting di Desa Tangkilsari, Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang, Rabu (27/11/2019). Dalam kesempatan tersebut Ma'ruf memberi apresiasi atas program yang telah dijalankan di Kabupaten Malang, khususnya Desa Tangkilsari Kecamatan Tajinan. Karena program yang dilakukan dinilai sangat serius.

"Saya melihat upaya pencegahan stunting di sini sangat luar biasa. Mulai dari pemenuhan gizi hingga penataan sanitasi sangat diperhatikan," katanya pada wartawan.

Menurutnya, upaya tersebut sangat penting dilakukan setiap daerah. Karena tujuan utamanya adalah mencapai target nasional yaitu memiliki sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas.

Dia juga menegaskan jika ada banyak upaya yang dilakukan untuk menekan angka stunting. Penetapan anggaran, baik dalam bentuk APBN maupun APBD telah disiapkan melalui banyak program yang sudah maupun akan dijalankan.

"Semua dikonvergensikan untuk kemudian dapat dijalankan dari bawah hingga atas," terangnya.

Sementara itu, program yang sudah dijalankan di Kabupaten Malang khususnya Desa Tangkilsari Kecamatan Tajinan yang diapresiasi diantaranya adalah pencegahan program hamil bagi calon ibu dengan kondisi yang kurang sehat. Dimana calon ibu kemudian akan diberi pendampingan serta pengobatan.

Sehingga, setelah diketahui kondisinya baik dan memungkinkan, maka akan dilanjutkan dengan program hamil. Upaya ini juga dilakukan untuk menekan angka kematian pada ibu dan anak.

Selain itu, langkah yang dilakukan adalah menggerakkan bank sampah di area posyandu. Kemudian hasil uang di bank sampah dapat dimanfaatkan para ibu untuk membuat olahan atau kudapan yang sehat dan bergizi bagi anak-anak. Para ibu pun diberi pelatihan khusus untuk membuat olahan yang bergizi.

Sebagai informasi, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh anak balita akibat kekurangan gizi kronis. Kondisi ini terutama terjadi pada seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK) otak sehingga memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak.