Petugas gabungan beserta warga saat berupaya memperbaiki rumah warga yang rusak akibat diterjang angin kencang (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Petugas gabungan beserta warga saat berupaya memperbaiki rumah warga yang rusak akibat diterjang angin kencang (Foto: Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jumlah rumah warga yang terdampak musibah angin kencang bertambah. Petugas gabungan yang diterjunkan ke lokasi kejadian, Rabu (27/11/2019), memastikan jika ada sedikitnya 8 unit bangunan tempat tinggal warga di Kecamatan Singosari, yang mengalami kerusakan akibat diterjang hembusan angin kencang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES.com, delapan rumah yang terdampak bencana tersebut merupakan tempat tinggal Kusnan, Sunami, Ngadiono, Hari, Kusno, Sutris, Andik, dan Isnun. Kedelapan bangunan itu berlokasi di Kampung Sukun, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari.

”Delapan rumah warga yang terdampak musibah angin kencang ini, mengalami kerusakan di bagian atapnya,” terang Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang, Mudji Utomo, Rabu (27/11/2019).

Seperti yang sudah diberitakan, hujan deras yang disertai hembusan angin kencang terjadi selama 2 hari berturut-turut. Yakni pada Senin (25/11/2019) hingga Selasa (26/11/2019) sore. Musibah ini menyebabkan puluhan rumah warga yang ada di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang mengalami kerusakan. ”Dari hasil pendataan, hingga kini tercatat ada 38 rumah yang mengalami kerusakan,” jelas pria yang akrab disapa Tomo ini.

Rinciannya, 8 rumah warga yang tinggal di daerah Desa Randuagung, 2 rumah warga yang ada di Desa Klampok, dan 20 rumah di Desa Gunungrejo. ”Puluhan rumah yang terdampak bencana mengalami kondisi yang nyaris sama, yakni kerusakan di bagian atapnya,” ungkap Tomo.

Selain mengevakuasi sekaligus membenahi rumah yang terdampak angin kencang, puluhan petugas gabungan dari PMI, TNI, hingga Polri serta dibantu warga setempat, juga memasang terpal untuk mengantisipasi saat hujan susulan terjadi.

”Tidak ada korban jiwa atas insiden ini, hanya saja kerugian ditaksir mencapai belasan juta,” tutup Tomo kepada wartawan MalangTIMES.com.