Ilustrasi pajak BPHTB (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Ilustrasi pajak BPHTB (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Per tanggal 2 Januari 2020, Kota Malang bakal memberlakukan penyesuaian tarif Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) yang baru sesuai dengan pasar.  Hal ini menyusul selama empat tahun terakhir di Kota Malang belum terdapat penyesuaian NJOP. Penyesuaian NJOP terakhir kali dilakukan pada periode 2014.

Selain karena belum pernah ada penyesuaian selama empat tahun terakhir, ini juga merupakan salah satu upaya dalam mendongkrak Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di tengah geliat jual beli properti yang cukup ramai.

Penyesuaian NJOP ini sesuai dengan amanah Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah. Penyesuaian bisa dilakukan tiap tiga tahun sekali.

Sementara itu, hingga Oktober 2019, perolehan Pajak BPHTB baru pada kisaran Rp 100 miliar. Artinya, separo dari target sebesar Rp 205 miliar.

Dengan sisa waktu satu bulan lagi sebelum memasuki pergantian tahun, BP2D menghimbau agar masyarakat memanfaatkan kesempatan waktu yang tersisa untuk membayar pajak, khususnya Pajak BPHTB.

"Karena per 2 Januari 2020 sudah ada penyesuaian tarif NJOP sesuai amanah Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah menyesuaikan harga pasar," ungkap Kepala BP2D Kota Malang, Ade Herawanto.

Maka dari itu, masyarakat yang memang tengah proses balik nama atau sertifikat, diimbau segera  mengurus Pajak BPHTB maksimal 20 Desember 2019 jika tak ingin terkena tarif baru pada 2020.

"Kalau di kampung-kampung namanya suwalik'an. Segera urus Pajak BPHTB nya, dari pada tahun depan semakin berlipat untuk Pajak BPHTB-nya," pungkasnya