Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra Zubaidah MM bersama kepala sekolah yang menandatangani pakta integritas. (Foto: Humas)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra Zubaidah MM bersama kepala sekolah yang menandatangani pakta integritas. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Ratusan kepala sekolah (kepsek) jenjang SD Negeri dan SMP Negeri di Kota Malang menandatangani pakta integritas di Aula Dinas Pendidikan Kota Malang, Selasa (26/11/2019).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah MM mengingatkan kepada ratusan kepala sekolah bahwa momen ini bukanlah sekadar penandatanganan pakta integritas semata.

"Pakta integritas yang ditandatangani saat ini wajib dijalankan dalam mengelola satuan pendidikan yang anda pimpin sekalian," tegasnya.

Melaksanakan seluruh tugas, fungsi, tanggung jawab, wewenang, dan peran sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kesanggupan untuk tidak melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme merupakan wujud nyata dari pakta integritas ini.

"Jadi tidak hanya sekadar gebyar semata namun di lapangan tidak menjalankan dengan sebaik-baiknya. Susun, rencanakan, belanjakan, dan laporkan penggunaan Dana BOS Nasional maupun Dana BOS Daerah dengan baik, benar, dan tepat. Serta melibatkan partisipasi aktif warga sekolah. Tidak terkecuali komite sekolah maupun orang tua siswa," tutur Zubaidah.

Zubaidah menambahkan, bahwa dirinya tidak bosan-bosannya mengingatkan agar kepala sekolah beserta insan pendidikan di Kota Malang untuk transparan, akuntabel, efisien, efektif, tepat perencanaan, tepat pembelanjaan, dan tepat pelaporan dalam tata kelola dana BOS.

Zubaidah juga mengimbau agar jalinan komunikasi antara guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan orang tua siswa senantiasa ditingkatkan agar terbentuk hubungan yang harmonis. "Sehingga meminimalkan adanya kesalahpahaman," tuturnya.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Malang Drs Wasto SH MH sebagai keynote speaker berkaitan Pelaksanaan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dalam Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan.

Wasto menyampaikan, dalam rangka Menuju Malang Kota Berintegritas, Pemerintahan Kota Malang menghadapi tantangan besar, yakni membangun kembali jembatan kepercayaan dengan masyarakat.

Perbaikan tata kelola dan kinerja layanan publik yang makin menuju kepuasan masyarakat melalui birokrasi yang bersih, kompeten akuntabel, dan berjiwa melayani adalah tulang punggung mewujudkan visi Kota Malang Bermartabat.

"Malang 4.0 menjadi sebuah keharusan untuk diimplementasikan sesuai dengan perkembangan, kemajuan, dan dinamisme Teknologi Informasi dan Komunikasi," katanya.

Setiap pelayanan publik yang diberikan oleh Satuan Perangkat Daerah (SKPD) kepada masyarakat, terintegrasi dalam jaringan atau berbasis online sebagai bentuk perwujudan Konsep Smart City.

"Tidak terkecuali di sektor pendidikan. Pendidikan ditempatkan di urutan nomor satu visi Kota Malang, seperti yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Malang No. 1 Tahun 2019," tegasnya.

Ia menjelaskan, pelayanan administrasi, tata kelola sarana prasarana, tata kelola keuangan, dan tata kelola Sumber Daya Manusia nanti akan sepenuhnya berbasis aplikasi.

"Dan beberapa di antaranya telah dijalankan melalui berbagai aplikasi yang dikelola serta dikembangkan oleh SKPD terkait dengan Dinas Pendidikan Kota Malang," tutur Wasto.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang Drs Totok Kasianto mengatakan, kegiatan itu merupakan implementasi dari komitmen keluarga besar Dinas Pendidikan Kota Malang untuk turut serta berpartisipasi aktif mewujudkan Malang Kota Berintegritas yang dicanangkan oleh Wali Kota Malang Sutiaji bersama dengan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko.

"Pendidikan karakter terus digalakkan demi mewujudkan generasi penerus bangsa yang berintegritas. Berbagai program kerja yang didasarkan pada kurikulum serta peraturan yang berlaku baik di tingkat pusat, provinsi, hingga Kota Malang disusun dan dijalankan secara berkesinambungan," ucapnya.

Pembiasaan pembentukan karakter religius, nasionalis, mandiri, integritas/kejujuran, serta gotong royong senantiasa dilaksanakan di satuan pendidikan setiap harinya.

"Pada akhirnya, diharapkan melalui pembiasaan yang terus-menerus ini, kematangan spiritual, kematangan intelektual, kematangan emosional, serta kematangan sosial anak terbangun dengan kokoh," tegas Totok.