Pernak-pernik Natal di Mal Olympic Garden (MOG) (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Pernak-pernik Natal di Mal Olympic Garden (MOG) (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jelang perayaan Natal bagi umat non muslim pada 25 Desember mendatang, Kota Malang dihebohkan dengan peredaran surat imbauan yang meminta karyawan atau pegawai tenant di Mall Olypic Garden (MOG) untuk tidak mengenakan atribut natal.

Surat tersebut telah dikonfirmasi pihak manajemen mal yang menyatakan jika hal itu sebagai tindakan yang lumrah. Karena imbauan itu diberlakukan bagi karyawan muslim saja, sedangkan bagi non muslim dibebaskan untuk tetap mengenalan atribut natal itu.

Menangapi hal itu Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang, Abdul Haris menyatakan jika imbauan tersebut sudah cukup lama dikeluarkan. Bahkan, hal itu juga secara langsung diumumkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat sebagai bentuk menghormati pemeluk agama islam.

"Itu memang dikehendaki dari dulu, jadi kita rapat dengan MUI di antaranya begitu yang dibahas. Kalau itu menyangkut teologis untuk yang bukan agamanya ya memang nggak diperkenankan untuk menggunakan atribut itu, karena itu bagian dari ritual (non muslim)," ujarnya ketika dihubungi MalangTIMES, Selasa (26/11).

Beragam perbincangan mengenai toleransi sempat dipertanyakan publik terkait imbauan surat edaran tersebut. Namun, ia menjelaskan jika toleransi tidak diperbolehkan mengorbankan agama masing-masing pihak.

"Toleransi itu kan nggak boleh mengorbankan agama masing-masing. Misalkan kita (muslim) harus ndak salat karena kita toleransi, kan nggak boleh begitu. Begitupun ini, jadi imbauan berlaku untuk muslim saja. Kalau non muslim silakan saja memakai atribut," imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan jika imbauan dari MUI pusat berlaku untuk umum. Namun, kebijakan tetap berada pada kewenangan internal masing-masing tempat pusat perbelanjaan. Hal itu juga sebagai salah satu sikap dalam menghindari sweeping dari ormas-ormas tertentu.

"Justru kalau memaksakan untuk memakai atribut nanti banyak sweeping malah jadi masalah. Artinya, kondusivitas dijaga ketika orang islam merayakan Idul Fitri dan Ramadan kan tidak memaksa non muslim tutup, sama dengan ini silakan non muslim pakai atribut. Tapi yang muslim jangan dipaksakan," pungkasnya.