Momen pendaftaran beberapa bulan lalu di kantor PDI-Perjuangan Kabupaten Malang dari Didik Budi kepada Ketua DPC PDI P Didik Gatot (kanan) (dok MalangTIMES)
Momen pendaftaran beberapa bulan lalu di kantor PDI-Perjuangan Kabupaten Malang dari Didik Budi kepada Ketua DPC PDI P Didik Gatot (kanan) (dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - Antusias masyarakat untuk mengenal para calon bupati dan wakilnya di Pilkada 2020, terbilang tinggi. Sayangnya, sampai saat ini belum ada satu partai politik (parpol) pun yang menginformasikan sosok-sosok yang akan berduel memperebutkan kursi nomor satu dan dua di Bumi Arema ini.

Tak terkecuali dari PDI-Perjuangan sebagai parpol peraih 12 kursi di legislatif tahun 2019 ini. 
Dengan bakal calon yang telah mendaftar di DPC PDI-Perjuangan sebanyak 8 orang dari berbagai unsur, tak ada satu pun bocoran siapa yang memiliki kans besar diusung oleh partai berlogo banteng moncong putih ini.

"Sabar, sampai saat ini belum ada bocoran. Kita juga menunggu. Mungkin Desember sudah ada informasi terkait itu," ucap Ketua DPC PDI-Perjuangan Didik Gatot Subroto menyikapi banyaknya pertanyaan terkait calon yang akan diusung PDI-Perjuangan, Selasa (26/11/2019).

Proses rekomendasi untuk balon yang menjadi ranah pimpinan pusat, yang terbilang lama sejak PDI-Perjuangan membuka penjaringan dan pencalonan membuat beberapa Bacalon pun harus loncat pagar. Seperti Umar Usman, Ketua PC NU Kabupaten Malang, yang juga mendaftar di NasDem sebagai Bacalon Bupati Malang.

Dimana Umar menyampaikan, bahwa dirinya kembali mendaftar ke parpol lain sebagai bentuk jalinan komunikasi baik dengan berbagai parpol lainnya. "Bila ada parpol lain yang buka saya mungkin akan daftar juga," ujarnya waktu itu.

Selain loncat pagar, nada pesimistis para bacalon akan lolos dan diusung oleh PDI-Perjuangan juga mencuat. Seperti yang disampaikan Wahyu Eko Setyawan yang menyampaikan, peluangnya kecil atau tak ada di PDI-Perjuangan.

Bacalon lain pun menanti terkait rekomendasi dari DPP PDI-Perjuangan. Walaupun tersiar adanya isu yang mengarah pada sosok yang akan direkom, tapi secara resmi belum diumumkan oleh DPC PDI-Perjuangan. Tambah menarik, adalah adanya berbagai polling yang menyebar di media sosial terkait para balon dari PDI-Perjuangan. Yakni, Didik Budi Muljono, Wibie Dwi Andriyas, Wahyu Eko Setiawan, Umar Usman, Hasan Abadi, Hendik Arso, Djuma’ali dan Dicky Sulaiman.

Dimana, dalam polling yang menyebar di berbagai group WA, muncul nama Sri Untari sebagai politisi PDI-Perjuangan kawak. Dengan hasil Hasan Abadi ada diurutan pertama sementara dengan prosentase pemilih mencapai 28,62 persen dibayangi ketat oleh Didik Budi Sekda Kabupaten Malang dengan 23,86 persen. Lainnya adalah Sri Untari (12,34 persen), Umar Usman dan Wahyu Eko yang sama-sama mengumpulkan 1,37 persen.

Walau tak bisa jadi indikator utama, hasil polling itu memperlihatkan beberapa balon yang daftar ke PDI-Perjuangan tak dijagokan dalam beberapa polling yang menghiasi juga beberapa media. Seperti Wibie Dwi Andriyas, Hendik Arso, Djuma’ali dan Dicky Sulaiman.

Terkait berbagai polling tersebut, kans balon dengan raihan prosentase sementara unggul belum bisa dipastikan yang akan diusung oleh DPP PDI-Perjuangan. Hal ini juga ditegaskan Didik Gatot yang menyampaikan keputusan terkait itu ada di pusat.

"Sekali lagi itu ranah pusat, kita juga tak tahu siapa nanti yang diusung. Yang pasti sambil menunggu kita sedang fokus melakukan soliditas di pengurus dan kader partai saat ini. Sehingga saatnya tiba mesin partai sudah benar-benar on fire, siapapun calon yang diusung," ujarnya.

Selain memperkuat internal partai, Didik yang juga Ketua DPRD Kabupaten Malang ini juga mengatakan, pihaknya terbuka melakukan komunikasi politik dan berkoalisi dengan parpol lainnya.

“Politik itu kan fleksibel, kalau ada koalisi kan kita tambah kuat,” pungkasnya.