Surat edaran managemen Mal Olympic Garden (MOG) terkait penggunaan atribut Natal (Istimewa).
Surat edaran managemen Mal Olympic Garden (MOG) terkait penggunaan atribut Natal (Istimewa).

MALANGTIMES - Jagad maya kembali digegerkan dengan sebuah surat pemberitahuan tentang pelarangan penggunaan atribut Natal. Surat pemberitahuan tersebut diperbincangkan di berbagai media sosial sejak Selasa (26/11/2019) siang.

Akun Twitter bernama Drupadi mengunggah sebuah surat pemberitahuan tertanggal 25 November 2019 perihal atribut Natal. Dalam surat pemberitahuan itu disebutkan jika dalam rangka menyambut hari Natal yang jatuh pada 25 Desember mendatang, managemen Mall Olympic Garden (MOG) meminta agar pemilik tenant mengimbau karyawan agar tak kenakan atribut natal.

"Sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas kerjasama yang terjalin selama ini. Dalam rangka menyambut hari Natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember 2019, managemen mengimbau agar karyawan bapak/ibu tidak mengenakan atribut Natal," bunyi isi surat tersebut.

Sementara akun Drupadi sendiri mengunggah foto tersebut sambil menulis caption yang menunjukkan rasa kurang setuju. Dia mengharapkan klarifikasi dari Pemerintah Kota Malang dengan menandai akun resmi Pemkot Malang di Twitter dalam cuitannya.  

"Yaaa  Awoohhhhh  ... 
apa bener  kota Malang  ku skrg  se  Radikal  ini ???  
Ini  Malang  wooeeee 
Bukan  Afganistan !
Tolong ,  di klarifikasi  
Sapa tau ini  Salah  Ketik  
ada yg tau akun  walkot  malang ??  
Mau Demooo  niih     
@infomalang   @PemkotMalang," tulis dia.

Sementara itu, Leasing Executive PT Mustika Taman Olympic (Manajemen MOG) Peptina Magdalena saat dikonfirmasi menyampaikan, surat yang beredar itu memang benar adanya. Namun dia menegaskan jika surat tersebut bukan sebagai bentuk larangan, melainkan bersifat sebuah imbauan.

"Itu bukan larangan, tapi imbauan," tegasnya.

Pepti menyampaikan, imbauan serupa selalu diberikan setiap tahunnya. Setiap kali menjelang Natal, managemen akan memberikan imbauan kepada pemilik tenant. Hal itu dilakukan untuk menghindari segala kemungkinan yang tidak diinginkan.

Sebab berkaca dari pengalaman sebelumnya, sempat ada organisasi masyarakat (ormas) yang melakukan sweeping ke MOG. Dari situ akhirnya dibuat surat edaran dan selama ini diterima dengan baik oleh para pemilik tenant.

"MOG tetap memeriahkan Natal dengan memasang hiasan di setiap sudut. Namun untuk penggunaan atribut kami juga memberi imbauan kepada karyawan. Karena karyawan kami banyak yang non muslim," terang dia.

Terpisah, Store Manager Centerpoint Malang Dwi Hasan sebagai pengelola salah satu tenant di MOG menyebut jika pihaknya belum mendapat surat imbauan sebagaimana yang sudah tersebar di media sosial tersebut. Namun surat serupa selalu didapatkan tenant dari pihak managemen MOG setiap akan menjelang perayaan Natal.

"Kami belum terima surat tersebut. Tapi kalau berkaca dari tahun sebelumnya, itu bukan kewajiban mbak, tapi sifatnya adalah imbauan untuk tidak mengenakan atribut Natal bagi karyawan muslim," terangnya pada MalangTIMES.

Lebih jauh dia menyampaikan, Centerpoint saat ini tetap menggunakan atribut Natal. Namun kebijakan tersebut hanya untuk karyawan nasrani. Sementara untuk karyawan muslim tidak diperkenankan untuk mengenakan atribut Natal dalam jenis apapun.

Hasan menyampaikan, counter khusus Natal yang disiapkan saat ini masih sama seperti tahun-tahun lalu. Dimana pernak-pernik Natal tetap dijual dan dilayani oleh pramuniaga yang seluruhnya merupakan pemeluk agama nasrani.

"Dari tahun ke tahun demikian, atribut Natal dikenakan bagi karyawan nasrani," tegas dia.