Sekretaris Dispora, Abdul Haris (Hendra Saputra)
Sekretaris Dispora, Abdul Haris (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Pagar tribun Stadion Kanjuruhan tepatnya di pintu tiga yang roboh saat Arema FC menjamu Persija pekan lalu kini mulai diperbaiki. 

Selain memperbaiki, pihak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang juga akan melihat kondisi seluruh pagar untuk mengantisipasi terjadinya kejadian yang sama pada pertandingan selanjutnya.

Aremania dan The Jakmania yang memenuhi Stadion Kanjuruhan saat timnya berlaga pada pekan ke 28 Liga 1 2019 Sabtu (23/11/2019) harus membuat pagar stadion milik Pemkab Malang itu roboh.

Robohnya pagar di pintu tiga itu karena sudah tidak kuat lagi menahan beban penuhnya penonton yang saat itu ditempati The Jakmania.

Sekretaris Dispora Kabupaten Malang, Abdul Haris mengatakan bahwa perbaikan yang dilakukan untuk pagar tersebut menelan biaya kurang lebih sebesar Rp 5,5 juta dan dibebankan kepada penyewa Stadion Kanjuruhan dalam hal ini Panpel Arema FC. "Sudah mulai perbaikan. Ya kurang lebih (menelan biaya) 5,5 juta," kata Haris, Senin (25/11/2019).

"Pagar kan tanggungannya penyewa. Jadi ya yang memperbaiki Arema FC. Kan itu memang seharusnya tidak boleh dipanjat, tapi kemarin itu suporter Persija memanjat, kan tidak kuat akhirnya roboh itu," imbuh Haris.

Karena Arema FC menjadikan Stadion Kanjuruhan sebagai kandang di Liga 1 2019, pihak Dispora akan mengecek kondisi seluruh pagar di tribun Stadion Kanjuruhan. Langkah antisipasi itu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang, meski belum tentu penonton yang hadir pada laga Singo Edan selanjutnya akan seramai saat menghadapi Persija Jakarta.

"Kami harapkan suporter yang ada, di situ kan ada tribun berdiri, juga ada tribun duduk. Jadi tempati yang sesuai itu, kan pagar itu bukan untuk tempat duduk. Kekuatan pagar nantinya akan kita cek semua, untuk antisipasi, agar tidak terulang lagi," kata Haris.

Untuk diketahui, dalam peristiwa robohnya pagar itu menyebabkan tujuh orang dari The Jakmania terluka, dengan rincian lima orang mengalami luka ringan, sementara dua lainnya mengalami patah tulang pada bagian lengan. "Sudah pulang semua, yang dua kami tawari perawatan, tapi yang bersangkutan minta dibawa ke sangkal putung," tukasnya.