Petugas kebersihan DLH Kota Malang saat melakukan pembersihan di Jembatan Tidar (Hendra Saputra)
Petugas kebersihan DLH Kota Malang saat melakukan pembersihan di Jembatan Tidar (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Bidang Kebersihan terus berkomitmen membuat wilayahnya bersih meski ada oknum masyarakat yang masih saja belum memiliki kesadaran membuang sampah di tempatnya.

Tak pernah kenal lelah, itulah yang dilakukan DLH Kota Malang untuk membuat wilayah yang dipimpin Drs Sutiaji ini agar terlihat selalu bersih.

Tapi, karena di Kota Malang semakin tahun jumlah penduduk yang semakin meningkat membuat sampah juga tidak terkendali, terlebih bagi masyarakat yang masih saja suka membuang sampah sembarangan.

Sebagai dinas yang membidangi kebersihan, DLH Kota Malang terus melakukan pembersihan di poros jalan utama dan juga beberapa sungai yang dinilai sudah banyak sampah yang menumpuk.

Salah satunya melakukan pembersihan di sungai di daerah Jembatan Tidar yang banyak menumpuk sampah. Di situ, DLH Kota Malang harus melakukan pembersihan selama empat hari.

Kepala Bidang Pelayanan Kebersihan DLH Kota Malang, Joao Maria Gomes Je Carvalho atau yang akrab disapa Joe mengungkapkan bahwa masyarakat masih saja banyak yang belum sadar jika sungai bukan untuk membuang sampah, karena akan berakibat tidak lancarnya aliran sungai.

"Di sana kami menemukan banyak sampah rumah tangga, juga ada bongkaran yang dibuang di sungai, sebenarnya tidak boleh karena akan menggangu aliran sungai dan juga pemandangan," ujar Joe kepada MalangTIMES.

akan hadir di Car Free Day, Minggu (29/9/2019) besok karena diminta bantuan oleh mahasiswa dari Universitas Brawijaya untuk menyediakan armada pengangkut sampah.

Sebagai pelayan masyarakat, DLH Kota Malang khususnya bidang kebersihan senantiasa siap membantu masyarakat jika dibutuhkan. 

Hal tersebut karena mereka sama-sama ingin melihat 'Bhumi Arema' tampak bersih.

Kepala Bidang Kebersihan DLH Kota Malang, Joao Maria Gomes Je Carvalho atau yang akrab disapa Joe mengaku bahwa pihaknya sudah menerima surat permintaan bantuan oleh sekelompok mahasiswa.

"Ada mahasiswa dari (Universitas) Brawijaya rencananya akan lakukan kegiatan bersih-bersih pada hari Minggu. Mereka rencananya melakukan himbauan dan demo kepada masyarakat yang ada disana agar tidak membuang sampah sembarangan," ujar Joe kepada MalangTIMES.

Bahkan, Joe harus menurunkan petugas khusus yang biasa menggunakan tali dan bergantungan untuk mengambil sampah yang sudah menumpuk tinggi. 

"Kami punya tim khusus yang sudah dilatih. Mereka menggunakan tali lalu menggantung untuk mengambil sampah jika di jembatan," kata Joe.