Proses pembangunan salah satu hotel bintang 4 di Kecamatan Kepanjen, saat diresmikan Bupati Malang HM Sanusi (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Proses pembangunan salah satu hotel bintang 4 di Kecamatan Kepanjen, saat diresmikan Bupati Malang HM Sanusi (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Memasuki tahun 2020 mendatang, pajak hotel diproyeksikan bakal menjadi salah satu sektor paling menjanjikan untuk mendongkrak PAD (Pendapatan Pajak Daerah) Kabupaten Malang.

Terbukti, meski masa tutup buku masih kurang dari 2 bulan namun pajak hotel sudah meraup pendapatan hingga Rp 3.417.007.427. 

”Target pajak hotel pada periode 2019 ini, dipatok mencapai Rp 4 miliar. Hingga awal bulan November lalu, pajak hotel sudah mendapatkan penghasilan lebih dari 85 persen dari target yang ditentukan,” terang Kepala Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang, Dr Purnadi.

Jika melihat jatah waktu yang masih menyisakan beberapa pekan ke depan, Dr Purnadi mengaku optimis jika hingga tutup buku pendapatan pajak hotel yang ditarget memperoleh Rp 4 miliar, bisa mengalami surplus.

Jika diplototi, pajak hotel memang menjadi salah satu sektor yang menjadi langganan surplus. Pada tahun 2018 lalu, pajak di kategori ini mengalami surplus hingga lebih dari 25 persen. Sebab dari target yang hanya Rp 2,9 miliar. Bapenda Kabupaten Malang mampu meraup penghasilan hingga lebih dari Rp 3,7 miliar hingga tutup buku 2018.

”Tren perhotelan saat ini memang terbilang sangat menjanjikan, bahkan sudah banyak investor yang mendirikan hotel di wilayah Kabupaten Malang. Hal ini tentunya akan memberi dampak positif pada sektor pendapatan pajak perhotelan,” ungkap mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang ini.

Senada dengan yang disampaikan Dr Purnadi, Bupati Malang HM Sanusi mengaku jika saat ini sudah ada beberapa investor yang sudah mengelontorkan dana untuk membangun hotel di wilayah Kabupaten Malang.

Salah satunya seperti hotel bintang 4 yang baru saja dibangun di kawasan kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, yang berlokasi di Jalan Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen.

”Saya sudah instruksikan kepada instansi yang berkaitan dengan pengurusan investasi agar para investor senantiasa dimudahkan. Diharapkan akan semakin banyak investor yang datang kesini (Kabupaten Malang). Dengan demikian sektor PAD khususnya di kategori pajak, otomatis akan meningkat signifikan,” ujar pejabat pemrintahan yang akrab disapa Abah Sanusi ini.