Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Wali Kota Malang Sutiaji berjanji akan menyederhanakan sistem birokrasi. Tujuannya, menghindari praktik korupsi dan pungutan liar (pungli). Dia menilai sistem birokrasi yang terlalu rumit menjadi salah satu penyebab terjadinya praktik pungli.

Sutiaji menyampaikan, seluruh unsur pemerintahan harus mampu berkomitmen memerangi praktik korupsi. Salah satu kuncinya adalah menerapkan sistem keterbukaan yang dipastikan akan membuat kinerja birokrasi semakin terpercaya dan memudahkan masyarakat.

"Itu sebabnya ke depan, seluruh layanan publik akan menggunakan digitalisasi yang semakin mengedepankan keterbukaan," katanya saat menggelar sosialisasi saber pungli bagi ketua RW di wilayah Kota Malang, Senin (25/11/2019) di Hotel Atria Malang.

Sistem yang serba digital, lanjut dia,  akan meminimalisasi terjadinya kontak langsung antara pelayan dengan mereka yang dilayani. Dengan begitu, potensi pungli akan dapat dihindari.

"Sebetulnya pungli itu terjadi karena birokrasi yang ruwet sehingga penyederhanaan proses birokrasi juga kami lakukan agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat dan mudah," tandas dia.

Lebih jauh Sutiaji menyampaikan, ketua RW adalah ujung tombak pelaksanaan pemerintahan di tingkat masyarakat. Ketua RW menjadi perpanjangan tangan Pemerintah Kota Malang untuk memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat. "Sehingga kehadirannya sangat penting bagi kami untuk dapat menjalankan roda pemerintahan," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Sutiaji juga berpesan agar ketua RW yang hadir pada kegiatan tersebut dapat menyampaikan hasil sosialisasi kepada ketua RT yang ada di lingkungannya masing-masing. Sehingga melalui sosialisasi ini nantinya, terjadi pencerahan secara merata kepada seluruh lapisan masyarakat tentang pengertian pungli.